Cerai dengan Atalia, Ridwan Kamil Bicara soal Harta Gono-Gini hingga Hak Asuh Anak
BANDUNG, iNews.id – Biduk rumah tangga mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dengan Atalia Praratya yang sudah diarungi selama 29 tahun berakhir sudah. Keduanya resmi bercerai setelah Pengadilan Agama (PA) Kota Bandung mengabulkan gugatan cerai yang diajukan Atalia Praratya pada Rabu (7/1/2026).
Dalam keterangannya, pria yang akrab disapa Kang Emil menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat urusan domestiknya yang kini menjadi konsumsi publik. Ia secara terbuka mengakui bahwa selama hampir tiga dekade membina rumah tangga, dirinya memiliki banyak keterbatasan.
"Saya mengakui bahwa selama hampir 29 tahun membina rumah tangga, terdapat banyak kekhilafan dan keterbatasan dari diri saya, sehingga terdapat banyak ketidaksepahaman multidimensi dalam perjalanan hidup kami," ungkap Kang Emil dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/1/2026).
Dia menegaskan, keputusan untuk berpisah telah melalui proses panjang, termasuk mediasi yang dilakukan dengan iktikad baik. Baginya, berpisah secara baik-baik adalah jalan terbaik yang harus ditempuh saat ini.
"Keputusan ini diambil tanpa adanya konflik terbuka, tekanan, maupun keterlibatan pihak lain," tutur Kang Emil.
Secara ksatria, Ridwan Kamil menyatakan menghormati penuh keputusan Atalia Praratya untuk berpisah. Ia memandang langkah yang diambil sang istri sebagai hak setiap manusia dalam memperjuangkan ketenangan hidup.
"Saya menghormati sepenuhnya keputusan Atalia Praratya sebagai hak setiap manusia untuk memperjuangkan kebahagiaan dan ketenangan hidupnya," tuturnya.
Harta Gono-Gini Sudah Tuntas
Terkait isu yang sering mengiringi perceraian tokoh publik, yakni pembagian harta gono-gini, Kang Emil memastikan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah.
"Terkait harta gono-gini, saya dengan Ibu Atalia sudah menyelesaikan dengan baik sejak jauh-jauh hari," katanya.
Meski tidak lagi berstatus suami-istri, Kang Emil menegaskan bahwa komitmen terhadap anak-anak tidak akan berubah. Masa depan anak tetap menjadi prioritas utama yang akan dijalankan bersama Atalia dengan penuh rasa hormat.
Mengakhiri pernyataannya, Kang Emil memohon doa agar dirinya diberikan kekuatan dan kebijaksanaan untuk menjalani fase kehidupan baru dengan martabat yang tetap terjaga. Pernyataan ini sekaligus menutup babak panjang perjalanan "Gubernur dan Ibu Cinta" yang selama ini menjadi inspirasi banyak orang di Jawa Barat.










