Banjir Situbondo Telan Korban Jiwa, Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik
SITUBONDO, iNews.id - Banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, menelan korban jiwa. Dua warga Kecamatan Besuki meninggal dunia setelah tersengat listrik saat banjir melanda kawasan tersebut.
Kedua korban merupakan ayah dan anak, yakni Abdul Wahed (45) dan Adinda Putri Rahayu (17). Peristiwa tragis itu terjadi saat banjir merendam permukiman warga.
Selain dua korban tewas, satu balita bernama Balfa (2) juga menjadi korban sengatan listrik. Saat ini, korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Informasi yang dihimpun, korban meninggal dunia diduga tersengat aliran listrik dari penerangan jalan umum (PJU). Kabel PJU tersebut dilaporkan terkelupas dan mengaliri tiang listrik di lokasi kejadian.
Sementara itu, korban balita tersengat listrik di dalam rumahnya saat kondisi banjir. Sengatan listrik terjadi ketika air sudah menggenangi area rumah korban.
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, membenarkan peristiwa tersebut. Dia menyampaikan bahwa korban meninggal merupakan satu keluarga.
“Korban merupakan bapak dan anak. Kejadiannya di Jalan Madura Besuki,” ujar iNews Bondowoso, Kamis (22/1/2026).
Banjir Situbondo dilaporkan melanda lima kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Banyuglugur, Besuki, Mlandingan, Bungatan dan Kendit.
Genangan air akibat hujan deras juga berdampak pada jalur Pantura. Arus lalu lintas di wilayah terdampak sempat mengalami kemacetan total.
Kemacetan di jalur pantura tersebut dilaporkan mencapai sekitar 2 kilometer. Petugas gabungan dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan membantu warga terdampak banjir.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat banjir terjadi. Warga diminta menjauhi instalasi listrik dan segera melapor jika menemukan potensi bahaya di lingkungan sekitar.









