KPK Sebut Emas Mulai Menjadi Alat Suap: Barang Kecil, Nilai Besar

KPK Sebut Emas Mulai Menjadi Alat Suap: Barang Kecil, Nilai Besar

Nasional | sindonews | Minggu, 8 Februari 2026 - 06:01
share

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendeteksi emas mulai menjadi alat suap. Hal itu menyusul ditemukannya emas dalam operasi tangkap tangan terkait kasus dugaan suap importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai.

"Kemudian tren yang disampaikan oleh memang benar, apalagi sekarang tren harga emas yang dalam beberapa bulan terakhir ini terus meninggi ya, menanjak gitu ya," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu, dikutip Minggu (8/2/2026).

Emas menjadi pilihan lantaran tidak memakan banyak ruang untuk menyimpannya. "Tentunya ini menjadikan daya tarik bagi orang-orang atau pihak-pihak yang akan atau yang memiliki kepentingan dengan barang yang kecil tapi nilainya besar gitu," ujarnya.

Baca Juga: KPK Ungkap Oknum Bea Cukai Siapkan Safe House untuk Simpan Uang dan Logam Mulia

Asep menambahkan, "Barang yang digunakan untuk memberikan suap itu biasa adalah barang-barang yang ringkas, barang-barang yang kecil, tetapi nilai besar."Diketahui, dalam operasi senyap tersebut, barang bukti yang diamankan penyidik KPK antara lain uang tunai pecahan rupiah senilai Rp1,89 miliar, uang tunai sejumlah 182.900 dolar AS, lalu uang tunai 1,48 juta dolar Singapura.

Kemudian, uang tunai 550.000 yen, logam mulia seberat 2,5 kg atau setara Rp7,4 miliar, logam mulia seberat 2,8 kg atau setara Rp8,3 miliar, dan 1 jam tangan mewah senilai Rp138 juta.

KPK menetapkan enam orang tersangka dalam suap dan gratifikasi importasi barang di Ditjen Bea Cukai. Keenam tersangka adalah Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (P2 DJBC) periode 2024-Januari 2026.

Lalu, Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasubdit Intel P2 DJBC), Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kasi Intel DJBC).

Kemudian, John Field selaku pemilik PT Blueray, Andri selaku Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray, serta Deddy Kurniawan selaku Manager Operasional PT Blueray.

Topik Menarik