Kisah Sunan Bonang yang Memiliki Jejak Keturunan dari Nabi Muhammad SAW

Kisah Sunan Bonang yang Memiliki Jejak Keturunan dari Nabi Muhammad SAW

Nasional | sindonews | Jum'at, 20 Februari 2026 - 11:09
share

SUNAN Bonang menjadi satu dari sembilan wali penyebar agama Islam di Pulau Jawa. Sunan Bonang konon memiliki nasab langsung dengan Nabi Muhammad SAW. Ia merupakan anak dari Sunan Ampel, yang juga wali penyebar agama Islam.

Sunan Ampel sendiri merupakan sesepuh Wali Songo, yang ibunya berasal dari negeri Champa dan ayahnya dari Samarkand. Itu berarti nasab Sunan Bonang dari galur laki-laki merujuk ke Samarkand, sebuah negara di Uzbekistan dan tidak merujuk ke Yaman.

Baca juga: Kisah Lokajaya, Perampok Sadis Dibuat Tak Berdaya dengan Kesaktian Sunan Bonang

Secara berturut-turut Sunan Ampel ini merupakan keturunan dari Ibrahim Asmaraqandi, Ibrahim Asmaraqandi sendiri keturunan Jamaluddin Jumadil Kubro. Di atasnya ada Mahmud Al-Kubro, yang merupakan keturunan dari Zainul Ihsan, sebagaimana dikutip dari buku "Sunan Bonang Wali Keramat : Karomah, Kesaktian, dan Ajaran - Ajaran Hidup Sang Waliullah".

Selanjutnya Zainul Ihsan adalah keturunan Sayyid Zainul Abidin, ia merupakan keturunan dari Sayyidina Husain, yang merupakan anak dari Fatimah Azzahra. Fatimah Azzahra sendiri merupakan putri Nabi Muhammad SAW.

Sunan Bonang memiliki nama kecil Raden Makhdum Ibrahim. Ia merupakan putra keempat Sunan Ampel dari pernikahannya dengan Nyai Ageng Manila putri Arya Teja, Bupati Tuban. Menurut Babad Risaking Majapahit dan Bahad Tjirebon, kakak Sunan Bonang adalah Nyai Patimah bergelar Nyai Gedeng Panyuran, Nyai Wilis alias Nyai Penghulu, dan Nyai Taluki bergelar Nyai Gedeng Maloka.

Baca juga: Kisah Sunan Kalijaga Menjaga Tongkat Sakti Sunan Bonang

Adik Sunan Bonang adalah Raden Qosim yang kelak ketika menjadi Wali Songo dikenal dengan sebutan Sunan Drajat. Tapi antara Sunan Bonang dan Sunan Drajat lahir dari ibu berbeda.

Sejak kecil Sunan Bonang memiliki hubungan khusus dengan keluarga Bupati Tuban. Ia dibesarkan di lingkungan bangsawan Tuban, karena sang ibu kandungnya berasal dari Tuban dan adik kandungnya Arya Wilwatika pernah menjabat Bupati Tuban. Bahkan hingga wafat akhirnya dimakamkan di Tuban.

Sunan Bonang kecil pernah berguru kepada ayahnya sendiri di Pesantren Ampel Dento dan berkawan akrab dengan Raden Paku atau Sunan Giri. Selesai menuntut ilmu dari ayahnya, Raden Makhdum Ibrahim dan Raden Paku berpetualang ke Pasai di Aceh. Keduanya menuju pusat pengajaran ilmu sufi di Nusantara yang pada waktun itu cenderung ke ajaran Al-Halajj.

Belajar di Pasai selama satu tahun inilah menjadi bekal Raden Makhdum Ibrahim dan Raden Paku dijadikan bekal menuju Mekkah menunaikan ibadah haji. Saat itu di Pasai keduanya berguru ke Abdulisbar atau Dulislam. Tetapi setelah satu tahun belajar di Pasai, keduanya dipanggil pulang ke Jawa dan tidak jadi naik haji. Alasannya tenaga keduanya dibutuhkan untuk membantu pergerakan penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Topik Menarik