Kronologi Bentrok Warga 2 Desa di Halmahera Tengah, Berawal dari Temuan Mayat dalam Hutan

Kronologi Bentrok Warga 2 Desa di Halmahera Tengah, Berawal dari Temuan Mayat dalam Hutan

Nasional | inews | Sabtu, 4 April 2026 - 07:14
share

WEDA, iNews.id - Bentrokan pecah di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara dan menelan korban jiwa. Peristiwa tragis ini melibatkan warga Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Jumat (3/4/2026).

Dalam bentrokan antardesa Halmahera Tengah yang berlangsung brutal tersebut, dua orang dilaporkan tewas. Selain itu, sejumlah bangunan warga hangus terbakar akibat amukan massa yang tersulut emosi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kronologi konflik ini bermula dari penemuan mayat seorang warga Desa Banemo di kawasan hutan. Korban diduga tewas akibat pembunuhan, sehingga memicu kecurigaan terhadap warga desa tetangga, Sibenpopo.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kemarahan warga. Aksi saling serang pun tak terhindarkan, dengan menggunakan senjata tajam seperti parang dan tombak. Situasi semakin memanas saat massa juga membakar fasilitas umum, termasuk pos polisi setempat.

Aparat gabungan TNI dan Polri langsung diterjunkan ke lokasi untuk meredam bentrokan ini. Kehadiran aparat berhasil menekan eskalasi konflik agar tidak meluas.

Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M Napiun, memastikan kondisi mulai terkendali setelah ratusan personel diterjunkan.

"Kami meminta agar masyarakat tidak terpancing dengan berita maupun informasi yang bersifat provokatif. Pihak kepolisian bersama TNI sudah berada di lokasi untuk mengamankan situasi," kata Brigjen Pol Stephen M Napiun, Jumat (3/4/2026).

Sebanyak 259 personel gabungan TNI-Polri disiagakan untuk memisahkan kedua kelompok warga yang bertikai. Aparat juga terus melakukan patroli guna mencegah bentrokan susulan.

Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan aksi balas dendam.

"Saya meminta semua pihak menahan diri. Serahkan sepenuhnya proses hukum dan pendalaman peristiwa ini kepada pihak keamanan. Jangan ada lagi aksi balas dendam yang hanya akan menambah korban," ujar Sarbin Sehe.

Hingga saat ini, situasi di kedua desa dilaporkan mulai kondusif. Namun aparat keamanan bersama pemerintah daerah Halmahera Tengah masih tetap bersiaga untuk menjaga stabilitas serta melakukan upaya mediasi antara kedua pihak.

Topik Menarik