RSUD Kota Belasi Rujuk 2 Pasien Korban Kecelakaan Kereta ke Faskes Kelas A

RSUD Kota Belasi Rujuk 2 Pasien Korban Kecelakaan Kereta ke Faskes Kelas A

Nasional | sindonews | Kamis, 30 April 2026 - 17:57
share

RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi merujuk dua korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timu ke fasilitas kesehatan (faskes) Kelas A pada Rabu 29 April 2026. Langkah ini dilakukan agar korban mendapat perawatan yang lebih memadai.

"Nah, kemarin ada dua yang dirujuk. Itu perlu pemantauan lebih ketat dan butuh sarana yang lebih canggih lagi lah, katakanlah seperti itu," kata Wadir Pelayanan RSUD Kota Bekasi, Sudirman saat ditemui, Kamis (30/4/2026).

Sudirman menegaskan, keputusan untuk merujuk korban ke Faskes kelas A bukan akibat adanya penurunan kondisi kesehatan. Langkah itu dilakukan semata-mata agar korban mendapat perawatan yang lebih memadai.

"Sebetulnya sih tidak (ada penurunan kesehatan). Kita lebih hanya untuk mungkin mencari yang lebih ini aja, yang lebih memadai," ucap Sudirman.

Baca juga: 5 Korban Tabrakan Kereta Dipulangkan, RSUD Kota Bekasi Kini Rawat 17 Pasien"Jadi kita kan kemarin banyak, banyak korban gitu kan, jadi dokter-dokter spesialis juga kan fokusnya terbagi. Jadi kami berkoordinasi dengan PT KAI supaya nanti perawatannya lebih intens, mungkin ini (dirujuk), kan Primaya kan tipe A ya, kalau kita kan masih tipe B. Ya jadi tentunya dari sisi sarana prasarananya lebih memadai di sana," tambahnya.

Saat ini, ada 17 korban kecelakaan Kereta Argo Bromo Anggrek dengan KRL masih jalani perawatan di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Kamis (30/4/2026). Jumlah ini berkurang 5 pasien, dibanding hari kemarin ada 22 korban yang dirawat di RSUD Kota Bekasi.

Lihat video: KRL & Kereta Jarak Jauh Beroperasi Normal, Pasca-Evakuasi Kecelakaan

Sudirman menyampaikan, pihaknya juga akan melakukan tindakan operasi terhadap tiga korban. Namun, ia tak merinci operasi yang dilakukan terhadap pasien.

"Hari ini ada tiga yang dioperasi. Tadi ada yang ini, tendon ya. Kalau tendon sih nggak terlalu vital, tendon di jari. Kemudian dua lagi saya kurang hafal ya, datanya masih di ruangan," tuturnya.

Topik Menarik