Cerita Pilu Keluarga Korban Kecelakaan Maut Avanza Tertabrak KA di Grobogan

Cerita Pilu Keluarga Korban Kecelakaan Maut Avanza Tertabrak KA di Grobogan

Nasional | inews | Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:30
share

GROBOGAN, iNews.id – Isak tangis menyelimuti rumah duka Zhazia Belvania Mutia, bocah perempuan berusia dua setengah tahun di Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah. Zhazia merupakan satu dari empat korban tewas dalam kecelakaan maut minibus pengantar calon haji yang tertabrak kereta api di perlintasan tanpa palang pintu Desa Tuko, Jumat (1/5/2026) pagi. 

Suasana duka tampak sangat mendalam saat para pelayat dan kerabat membanjiri rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada balita malang tersebut. 

Menurut keterangan saksi selamat, kecelakaan tersebut terjadi saat rombongan sedang dalam perjalanan mengantarkan kakek Zhazia, Mbah Sadi dan Suwarti, yang hendak berangkat menunaikan ibadah haji. Saat benturan keras terjadi dengan kereta api, Zhazia dan ibunya, Indah Setyowati, sempat terpental keluar dari dalam mobil. 

Keduanya jatuh di pinggir rel kereta api dengan kondisi luka berat. Zhazia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara sang ibu mengalami luka serius dan kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Soedjati Grobogan. 

"Balita tersebut sempat terpental keluar dari dalam mobil bersama ibunya. Mereka jatuh di pinggir rel dengan kondisi luka berat hingga balita tewas di lokasi," ujar Sunarti, salah satu keluarga korban selamat.

Batal Mengantar Haji

Keluarga mengaku tidak mendapatkan firasat apa pun sebelum musibah ini terjadi. Siti Mutiah, kerabat korban yang berada di bus rombongan paling belakang, menceritakan suasana syok yang dialami seluruh keluarga. 

Begitu mengetahui minibus di depan mereka mengalami kecelakaan dan terjun ke sawah sedalam enam meter, rombongan pengantar calon haji tersebut memutuskan untuk batal berangkat ke asrama haji dan memilih kembali ke rumah. 

Kepala Desa Sidorejo, Kusdi mengatakan, dari sembilan orang di dalam minibus, empat di antaranya tewas dan lima lainnya luka-luka. Selain Zhazia, seorang bocah berusia 11 tahun bernama Naila juga menjadi korban tewas dalam insiden tersebut.

"Pihak desa telah mengupayakan agar seluruh korban, baik yang meninggal dunia maupun luka-luka, bisa mendapatkan santunan Jasa Raharja," tutur Kusdi saat mengunjungi kediaman calon haji yang berduka. 

Saat ini, jenazah keempat korban tewas masih berada di RSUD dr. Soedjati Purwodadi menunggu proses pemakaman oleh pihak keluarga yang telah menyatakan ikhlas atas musibah ini.

Topik Menarik