Gempa M5,5 Guncang Mindanao Filipina, Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Gempa M5,5 Guncang Mindanao Filipina, Tidak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Nasional | okezone | Kamis, 18 Juni 2026 - 17:01
share

JAKARTA - Gempa kekuatan M5,5 mengguncang Mindanao, Filipina, Kamis, 18 Juni 2026, pukul 13.57.34 WIB. Gempa ini dipastikan tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5,79° LU ; 125,28° BT, atau tepatnya berlokasi di darat 230 km barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe pada kedalaman 53 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," ungkap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas III MMI di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe; Miangas, Kepulauan Talaud; Kendahe, Kepulauan Sangihe

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Wijayanto.

Wijayanto mengatakan bahwa gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempabumi M7,7 di Mindanao, Filipina pada tanggal 8 Juni 2026 pukul 06.37.42 WIB. Hingga tanggal 18 Juni 2026, pukul 14.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 499 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M6,7.

Topik Menarik