Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng

Oknum Polisi yang Siksa Perempuan Ditahan di Polda Jateng

Nasional | sindonews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 07:43
share

Oknum aparat yang diduga menyiksa seorang perempuan berinisial M (30) sudah ditahan di Polda Jawa Tengah (Jateng). Saat ini, oknum tersebut menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik.

"Dan saya juga dapat kabar terduga pelaku juga sudah diamankan di Polda Jateng," kata Tim Hukum Hotman 911, Raden Reza di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).

Korban M didampingi Hotman 911 sendiri sudah resmi melaporkan oknum ke Bareskrim Polri. Laporan itu resmi diterima dengan teregister LP/B/295/VII/2026/SPKT/BARESKRIM POLRI.

Baca juga: Oknum Polisi di Jateng Siksa Perempuan, Korban Disiram Air Keras hingga Dicekoki Narkoba

Saat ditanya lebih lanjut soal sosok oknum aparat tersebut, Raden belum bisa mengungkap identitasnya. Ia berharap kepolisian bisa menjelaskan lebih dalam. "Inisialnya nanti sajalah ya. Tapi segera-segera nanti kita update sih. Masih di Pulau Jawa," ujar Raden. Menurut Raden, korban dan terduga pelaku ini awalnya dikenalkan. Singkatnya, perempuan tersebut dicekoki oleh narkotika jenis sabu oleh oknum tersebut.

Lihat video: LIVE Ada Oknum Aparat di Kasus Penculikan & Pemb*nuh*an Kacab Bank BUMN?

Selama menjalin hubungan, Raden menyebut bahwa, korban dianiaya, diancam dan mendapatkan perlakuan seks menyimpang. Bahkan, korban M sempat disuruh meracik narkoba jenis sabu.

"Sepanjang itu korban juga dianiaya, disekap, diancam, dan ada perlakuan seks menyimpang, dan kita tidak perlu sebutkan karena itu asusila, ada banyaklah di situ. Dan juga terakhir itu korban dipaksa membuat sabu sendiri dan ada suatu hal, disiram oleh yang diduga air keras," ucap Raden.

Raden menyatakan, korban M dan oknum itu ternyata sudah menikah. Namun faktanya, korban baru tahu terduga telah memiliki istri sah. "Oh jadi pelaku ini memang menikahi korban setelah dicekoki terus oleh narkoba tersebut gitu kan. Nah setelah itu baru si korban ini tahu bahwa terduga pelaku itu sudah punya istri gitu sih," paparnya.

Raden menjelaskan, kejadian ini bermula pada 2023 hingga 2025. "Jadi memang kejadian itu dimulai dari tahun 2023. Yang terakhir yang paling parah itu di tahun 2025 bulan September. Itu yang paling parah. Dan korban dibawa ke rumah sakit tapi memang si terduga pelaku ini memang tidak bertanggung jawab, ditinggal begitu saja di situ," tutupnya. Puteranegara

Topik Menarik