Lahan 10.000 Ha di Jawa Barat Siap Dukung Swasembada Bawang Putih

Lahan 10.000 Ha di Jawa Barat Siap Dukung Swasembada Bawang Putih

Nasional | sindonews | Jum'at, 21 Agustus 2026 - 17:08
share

Libatkan mitra strategis, kelompok tani,dan masyarakat, PTPN Group memperkuat kontribusinya dalam mendukung program swasembada bawang putih nasional melalui pengembangan kawasan budidaya seluas 10.000 hektare di Jawa Barat pada 2026.

Secara keseluruhan, PTPN Group menargetkan pengembangan bawang putih seluas 24.000 hektare pada periode 2026–2029. Pengembangan bawang putih menjadi semakin strategis mengingat kesenjangan antara produksi domestik dan kebutuhan nasional masih sangat besar.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan produksi bawang putih dalam negeri berada di kisaran 39.000–40.000 ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai sekitar 600.000 ton per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Sebagai bagian dari percepatan program tersebut, PTPN Group melaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 14 mitra strategis di Bandung, Jumat (21/8/2026). Pada tahap pertama, ke-14 mitra tersebut menyatakan komitmen pengembangan bawang putih dengan total luasan sekitar 6.500 hektare.

Baca juga: Polri Raih MURI usai Panen Raya Bawang Putih, Pakar: Dukung Swasembada PanganDirektur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan pengembangan bawang putih merupakan bagian dari transformasi peran PTPN Group sebagai BUMN perkebunan dalam mendukung agenda strategis pemerintah “Target kita bukan sekadar mengejar swasembada. Yang ingin kita bangun adalah industri bawang putih nasional yang sehat, berkelanjutan, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia,” ujar Denaldy, dalam keterangannya, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, pengembangan tahap awal akan diarahkan pada percepatan penyediaan benih bawang putih berkualitas sebagai fondasi utama peningkatan produksi. Setelah ketersediaan benih semakin kuat, pengembangan selanjutnya akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bawang putih konsumsi nasional. PTPN Group juga berkomitmen membantu menjawab berbagai kendala implementasi di lapangan, termasuk kebutuhan lahan yang sesuai.

Lihat video: Kedelai, Gandum, Bawang Putih Masih Impor, Masyarkat Desa Pasti "Terpukul Telak

“Kalau persoalannya lahan yang sesuai, kami bersama pemerintah akan membantu mencarikan. Masyarakat harus menjadi bagian dari ekosistem dan ikut menikmati manfaat ekonominya,” lanjut Denaldy.

Sementara itu, Regional Head PTPN I Regional 2 Desmanto, menyampaikan bahwa kawasan pengembangan bawang putih di Jawa Barat tersebar di sejumlah kabupaten dan akan dilaksanakan dengan melibatkan mitra usaha, masyarakat, kelompok tani, serta Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

"Program ini ditargetkan mampu meningkatkan produktivitas bawang putih secara berkelanjutan, dari sekitar 10,8 ton kering per hektare pada tahun awal menjadi 12,1 ton kering per hektare pada tahun keempat," kata Desmanto. Direktur Pemasaran dan Manajemen Aset PTPN I (Persero) Arif Budiman, menambahkan bahwa hingga pertengahan Agustus 2026, proses identifikasi dan ground checking areal telah mencapai 100. Sementara itu, tahapan persiapan benih, pembukaan lahan, dan perizinan terus dipercepat.

“Kami memastikan persiapan lapangan dan proses administrasi berjalan secara paralel,” ujar Arif.

Dalam pengembangannya, PTPN Group mendorong pembangunan ekosistem bawang putih secara terintegrasi, mulai dari perbenihan, produksi, teknologi budidaya, pengolahan hingga pemasaran, dengan melibatkan pemerintah pusat dan daerah, petani, akademisi, BUMN, serta pelaku usaha.

Di Jawa Barat, PTPN Group telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terkait kesiapan kawasan pengembangan. Selain itu, konsep budidaya bawang putih yang lebih ramah lingkungan juga tengah dikembangkan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Riset Perkebunan Nusantara, termasuk penguatan teknologi budidaya dan pengujian varietas yang adaptif terhadap karakteristik lahan.

Topik Menarik