Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Tidak Melakukan Pendakian

Gunung Marapi Kembali Erupsi, Warga Diminta Tidak Melakukan Pendakian

Terkini | okezone | Kamis, 3 April 2025 - 12:33
share

AGAM - Gunung Marapi kembalikan mengeluarkan abu vulkanik dari puncak kawah setinggi 400 meter, pada pukul 18.04 WIB. 

Gunung yang terletak di daerah administrasi Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar ini, masih terjadi erupsi dengan status level waspada. 

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 5.9 mm dan durasi ± 1 menit 15 detik,” dalam pesan petugas Pos Pengamatan Gunung api Marapi, Kamis (3/4/2025).

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menjelaskan, aktivitas erupsi biasanya disertai suara gemuruh atau dentuman dengan produk erupsi dapat berupa abu, lapili, dan terkadang juga diikuti oleh lontaran material pijar dan bom vulkanik. Letusan secara tidak kontinyu masih berlanjut sampai saat ini sebagai akibat dari dinamika pasokan magma dari dalam tubuh Gunung Marapi. 

Pada hari ini Gunung Marapi sudah dia kali terjadi erupsi, pagi tadi sekira pukyl 07.12 WIB Gunung Merapi telah erupsi dengan ketinggian abu setinggi 1500 meter dan pada pukul 18.04 WIB erupsi kembali terjadi dengan ketinggian abu 400 meter. 

“Data pengamatan menunjukkan adanya pasokan magma dari kedalaman yang diindikasikan oleh terekamnya 4 kali gempa vulkanik,” terangnya. 

 

Menurut Wafid, erupsi-erupsi Gunung Marapi terjadi diperkirakan karena buka-tutup ventilasi konduit di bagian dasar kawah verbeek. Saat terjadi pengerasan lava karena proses pendinginan yang dapat dipercepat oleh masuknya air meteorik, maka ventilasi konduit akan menutup dan gas magmatik tidak dapat lepas ke atmosfir sehingga terjadi akumulasi tekanan di bagian dangkal dekat permukaan. 

“Lalu saat batas kejenuhan tekanan terlewati mengakibatkan terjadinya erupsi dan ventilasi konduit membuka kembali. Proses seperti itu berulang dan selama dinamika pasokan magma dari kedalaman masih berlangsung maka erupsi- erupsi dapat terjadi kembali,” terangnya. 

Dengan kondisi Gunung Marapi seperti itu potensi terjadinya letusan/erupsi masih tetap ada yang dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk dari pelepasan energi, dengan potensi bahaya dari lontaran material letusan diperkirakan di dalam wilayah radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Marapi. 

“Warga diminta tidak mendekati puncak radius 3 kilometer, karena lontaran material bisa mencapai di radius tersebut,” pungkasnya.

Topik Menarik