Dipanas-panasi Geng Valentino Rossi, Francesco Bagnaia Remehkan Marc Marquez di MotoGP 2025!
AYAH Marco Simoncelli, Paolo Simoncelli, mengungkap penyebab Francesco Bagnaia gagal bersaing di MotoGP 2025. Menurut Paolo Simoncelli, hal itu dikarenakan Francesco Bagnaia meremehkan rekan setim barunya, Marc Marquez.
1. Francesco Bagnaia Sempat Jadi Andalan Ducati
Franco Bagnaia menjadi pembalap paling diandalkan di Ducati Lenovo dalam tiga musim yakni 2022-2024. Pada musim 2022 dan 2023, ia berhasil memenangkan gelar untuk Ducati.
Kemudian pada musim 2024, Francesco Bagnaia nyaris memenangkan gelar lagi. Ia kalah dalam perebutan titel musim itu melawan Jorge Martin yang masih berseragam tim satelit Ducati, Pramac Racing.
Pada MotoGP 2025, Francesco Bagnaia dan Marc Marquez resmi bertandem. Penandatangan kontrak Marc Marquez disebut mengundang amarah dari 'kelompok Valentino Rossi' yang sangat dekat dengan Francesco Bagnaia.
3 Pebulu Tangkis Tunggal Putra yang Paling Sering Juara Indonesia Open, Nomor 1 Taufik Hidayat!
"Dia (Francesco Bagnaia) tidak siap menghadapi rekan satu tim sekuat itu,” kata Paolo Simoncelli, Okezone mengutip dari Crash pada Rabu (7/1/2026).
Paolo Simoncelli menduga, Francesco Bagnaia 'termakan' gosip di antara kelompok Valentino Rossi sehingga ia meremehkan Marc Marquez. Namun seperti diketahui, yang terjadi adalah sebaliknya. Marc Marquez sukses memenangkan gelar ketujuh MotoGP di musim 2025.
"Pecco (Bagnaia) berasal dari grup Valentino Rossi, dan setelah mendengar semua yang mereka katakan di grup itu, dia meremehkan Marquez," tutur Paolo Simoncelli.
“Tahun sebelumnya, dia kehilangan gelar juara dunia meskipun memenangkan 11 balapan. Ia berpikir: 'Yang harus saya lakukan hanyalah mengurangi kecelakaan'. Tapi Marc adalah pembalap yang hebat di lintasan, dan itu membuatnya mengalami krisis," tambahnya.
2. Marc Marquez Pembalap Terkuat di MotoGP saat Ini
Di sisi lain, Paolo Simoncelli mengakui Marc Marquez adalah pembalap terkuat di MotoGP saat ini. Menurutnya, The Baby Alien -julukan Marc Marquez- mengingatkannya kepada mendiang Marco Simoncelli yang meninggal dunia karena kecelakaan di MotoGP Malaysia 2011.
"Saya tahu Marc adalah yang terkuat. Saya selalu menyukainya; dia berkendara dan berpikir seperti anak saya, dia tidak pernah menyerah dan selalu berusaha," tutur Paolo Simoncelli.
"Seandainya Marco tidak meninggal, kita pasti akan bersenang-senang. Kalian tahu kan bagaimana pertarungan dalam olahraga," tutup Paolo Simoncelli.










