Komandan Garda Revolusi: Iran Siap Tarik Pelatuk Hadapi Serangan Militer AS

Komandan Garda Revolusi: Iran Siap Tarik Pelatuk Hadapi Serangan Militer AS

Terkini | okezone | Minggu, 25 Januari 2026 - 16:57
share

JAKARTA — Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Mohammad Pakpour, memperingatkan bahwa Republik Islam itu siap menghadapi agresi Amerika Serikat (AS) atau Israel dengan “jari di pelatuk”. Peringatan ini disampaikan tak lama setelah Teheran berhasil mengendalikan protes massal yang telah berlangsung selama beberapa minggu.

Demonstrasi massal di Iran meletus pada akhir Desember karena inflasi yang meningkat dan runtuhnya mata uang nasional, dengan cepat berubah menjadi kerusuhan kekerasan yang disertai tuntutan politik. Menurut otoritas Iran, kekerasan selama beberapa minggu telah menewaskan setidaknya 3.000 orang, dengan Teheran menuduh AS dan Israel menghasut kekacauan tersebut.

Presiden AS Donald Trump telah beberapa kali mengancam Teheran, bahkan pernah mengatakan kepada para demonstran Iran bahwa “bantuan sedang dalam perjalanan.”

Dikutip Nournews pada Sabtu (24/1/2026), Pakpour memperingatkan bahwa musuh-musuh Teheran akan menanggung konsekuensi “menyakitkan” di tangan pasukan Iran jika terjadi serangan. Jenderal itu juga memperingatkan AS dan Israel agar tidak melakukan “kesalahan perhitungan” dan berjanji akan memberikan “nasib yang menyakitkan dan disesalkan” kepada setiap calon agresor.

IRGC “lebih siap dari sebelumnya, siap menembak” untuk membela Iran, tegasnya, sebagaimana dilansir RT.

Setelah berulang kali mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Iran, Presiden Trump tampaknya sedikit meredam retorikanya akhir pekan lalu, dengan mengklaim bahwa ia telah “meyakinkan” dirinya sendiri untuk tidak menyerang negara tersebut. Pernyataan itu menyusul beberapa laporan yang menunjukkan bahwa serangan militer AS terhadap Republik Islam akan segera terjadi.

 

Namun, berbicara kepada wartawan pada Jumat (23/1/2026), Trump menyatakan bahwa ia masih “memantau” situasi di negara tersebut dengan saksama.

“Kami memiliki armada besar yang menuju ke arah sana... dan mungkin kami tidak perlu menggunakannya... kami memiliki banyak kapal yang menuju ke arah sana, untuk berjaga-jaga,” kata Trump.

Meskipun Pentagon belum mengeluarkan pernyataan resmi, sejumlah laporan media menunjukkan bahwa kelompok kapal induk yang dipimpin oleh USS Abraham Lincoln sedang dalam perjalanan ke Timur Tengah dari Laut Cina Selatan.

Topik Menarik