Pertumbuhan Sektor Konstruksi, Pembiayaan Pembangunan Daerah Diperkuat
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor konstruksi di Kalimantan Selatan tumbuh 7,52 dibandingkan triwulan sebelumnya (q-to-q) pada triwulan III-2025, menjadikannya salah satu motor pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Pada triwulan IV-2024, sektor konstruksi juga tercatat menyumbang pertumbuhan hingga 11,69, mencerminkan kuatnya aktivitas investasi dan pembangunan di wilayah tersebut, terlebih dengan posisi strategisnya sebagai gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN) yang progresnya semakin masif di tahun 2026 ini.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperkuat perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah melalui kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Asuransi Kredit Konstruksi dan Non-Konstruksi yang berlangsung di Graha Askrindo, Jakarta.
Direktur Bisnis Askrindo Budhi Novianto menyampaikan bahwa kerja sama dengan Bank Kalsel merupakan bagian dari strategi pertumbuhan perusahaan sekaligus penguatan peran Askrindo dalam mendukung pembangunan nasional daerah khususnya Kalimantan Selatan.
“Sinergi ini merupakan bagian dari komitmen kami guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan underwriting dan ketentuan tarif yang kompetitif, kami memastikan mitra BPD mendapatkan solusi proteksi yang optimal guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Budhi dalam keterangannya, Jakarta, Senin (2/2/2026).
Kerja sama ini juga menjadi tonggak penting bagi Askrindo dalam mendorong standarisasi layanan asuransi kredit bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD). Melalui kerja sama ini, Askrindo memberikan pelindungan menyeluruh atas portofolio kredit Bank Kalsel, baik pada sektor konstruksi maupun non-konstruksi seperti pengadaan barang dan/atau jasa, guna mendukung penyaluran pembiayaan yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Lewat kerja sama ini, kami ingin layanan asuransi kredit Askrindo makin praktis dan mudah diakses oleh mitra perbankan. Kami benahi dari hulu ke hilir, mulai dari perizinan produk, struktur tarif, sampai proses klaim dan subrogasi, supaya semuanya bisa berjalan lebih simpel, transparan, dan cepat merespons kebutuhan di lapangan,” lanjut Budhi.
Dengan adanya pelindungan risiko yang komprehensif dari Askrindo serta sinergi yang kuat dengan Bank Kalsel, diharapkan pembiayaan sektor produktif di Kalimantan Selatan dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan berkontribusi positif terhadap perekonomian daerah.
Direktur Bisnis Bank Kalsel Akhmad Fauzi Noor menilai Askrindo sebagai mitra strategis yang memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan bisnis pembiayaan Bank Kalsel.
“Bagi kami, Askrindo sudah menjadi mitra strategis yang selalu sejalan dengan kebutuhan bisnis Bank Kalsel. Setiap kali kami mengembangkan produk pembiayaan, Askrindo selalu siap mendukung sejak awal. Sinergi ini memberi kami kepercayaan diri untuk terus menyalurkan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.










