Susy Susanti Dukung Langkah Kemenpora RI Lindungi Atlet dari Pelecehan Seksual
JAKARTA – Legenda bulu tangkis Indonesia, Susy Susanti, ikut menaruh perhatian pada kasus pelecehan seksual yang terjadi di cabang olahraga panjat tebing. Ia mendukung penuh langkah Kemenpora RI dalam mencegah serta melindungi atlet dari kasus serupa di masa depan.
Susy paham betul setiap atlet mendedikasikan hidupnya dengan melewati hari-hari di pusat pelatihan nasional (pelatnas). Mereka menjalani program latihan yang intens dengan satu tujuan, mempersembahkan gelar juara untuk Indonesia.
1. Prihatin
Hal itu membutuhkan lingkungan pelatnas yang kondusif, menjamin keamanan, dan keselamatan atlet. Selain itu, atlet harus diberikan ruang untuk berkembang.
“Saya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa atlet kita. Atlet adalah aset bangsa yang harus dijaga, dilindungi, dan diberikan ruang aman untuk berkreasi dan berkembang," kata Susy dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (7/3/2026).
"Mereka berlatih keras demi mempersembahkan gelar untuk Indonesia bahkan mengangkat nama bangsa di kancah internasional, maka sangat menyedihkan jika pengabdian mereka ternoda oleh kekerasan seperti ini,” tambah peraih medali emas di Olimpiade Barcelona 1992 itu.
Susy mengapresiasi upaya Menpora RI Erick Thohir yang bergerak cepat memberi dukungan kepada atlet yang menjadi korban. Langkah itu juga meneruskan kasus ini ke jalur hukum, serta memberikan perlindungan dan keamanan bagi korban yang melaporkan.
“Saya mengapresiasi langkah dan komitmen Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir yang menunjukkan keberpihakan pada perlindungan atlet. Respons cepat dan keseriusan pemerintah sangat penting agar korban mendapatkan keadilan dan agar kasus serupa tidak kembali terjadi,” kata Susy.
2. Miliki Integritas
Mantan Kabid Binpres PBSI itu berharap semua pihak yang berkecimpung di olahraga memiliki integritas untuk menjaga kondusivitas. Selain itu, ia mendesak stakeholder juga memastikan keamanan para atlet saat menjalani pelatnas atau mengikuti ajang di berbagai negara.
“Setiap atlet tentu membutuhkan bimbingan dan dukungan dari support system yang mengelilinginya dalam pelatnas, ataupun saat mengikuti kejuaraan di suatu negara," ucap Susy.
"Sangat disayangkan jika ada sosok di sekitar atlet yang mencederai kepercayaan ini. Maka kita semua yang terlibat dalam dunia olahraga harus sama-sama menjaga integritas dan punya semangat untuk memberikan perlindungan kepada atlet,” tandasnya.










