Pembangunan Huntara Terakhir di Aceh Utara Diperkirakan Rampung Sebelum Lebaran
ACEH – Ketua Posko Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal, melakukan inspeksi ke Desa Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, untuk meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) di daerah tersebut.
Buket Linteung berjarak puluhan kilometer dari Kota Lhoksukon, Aceh Utara, dengan waktu tempuh sekitar 2 jam melalui jalan berbatu dan medan yang tidak bersahabat. Desa tersebut sepenuhnya berada di kawasan hamparan kebun sawit.
Inspeksi pertama dilakukan ke pembangunan huntara di Dusun Leubok Meuku.
Pembangunan huntara yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Buket Linteung terdiri dari dua titik, yakni di Dusun Meuku dan Dusun Kareung.
Masing-masing lokasi dibangun 7 blok dengan kapasitas 84 kamar. Untuk Dusun Kareung hanya tersedia 76 unit kamar, karena 8 unit diperuntukkan bagi musala.
Huntara tersebut dilengkapi fasilitas dua tempat tidur, satu kipas angin, dan satu lemari untuk tiap kamar. Kamar mandi umum serta dapur umum disediakan, termasuk listrik dan air bersih.
Masjid Istiqlal Sediakan Takjil untuk Ribuan Jamaah hingga Kursus Gratis Bahasa Asing saat Ramadhan
Safrizal juga berkunjung ke huntara yang dibangun BNPB di Dusun Teungoh. Di sana dibangun 23 blok huntara dengan kapasitas 114 kamar. Tidak ada dapur umum dan toilet umum, karena toilet dibangun langsung di tiap kamar.
“Bila tidak ada kendala, pembangunan huntara terakhir di Aceh Utara tersebut akan selesai pada 19 Maret 2026. Dikerjakan 24 jam nonstop, dengan 70 pekerjanya merupakan warga lokal,” ujarnya, Rabu (18/3/2026).
Karena Ramadhan, pengerjaan dihentikan sementara waktu selama tarawih.
Safrizal berpesan kepada Pj Sekda Aceh Utara agar paling lambat tanggal 20 pagi, seluruh pengungsi di tenda sudah masuk ke huntara. Pemda harus segera membuat surat berisi instruksi pemindahan pengungsi ke huntara.
Ia juga menekankan, untuk huntara dengan fasilitas MCK terpisah, lansia dan penyandang disabilitas ditempatkan di kamar yang dekat dengan MCK.
Sebelum pengungsi tiba, setiap pintu sudah ditempeli nama calon penghuni untuk menghindari rebutan.
Dalam kesempatan tersebut, Safrizal turut mengunjungi pengungsi yang masih berada di tenda dan membagikan paket perlengkapan dapur.
Pj Gubernur Aceh 2024–2025 itu menyampaikan kepada warga bahwa seluruh huntara akan selesai dibangun dan siap pakai sebelum Lebaran. Ia meminta warga segera pindah ke huntara.
“Nanti tanggal 20 (Maret) pagi akan dibantu Bapak Bupati untuk pindah ke huntara yang baru selesai dan sudah dilengkapi dengan semua fasilitas, termasuk paket peralatan dapur dari satgas yang juga bisa digunakan,” tegasnya.










