Jutaan Orang Ikuti Demonstrasi 'No Kings' di Seluruh AS, Protes Pemerintahan Donald Trump

Jutaan Orang Ikuti Demonstrasi 'No Kings' di Seluruh AS, Protes Pemerintahan Donald Trump

Terkini | okezone | Senin, 30 Maret 2026 - 11:06
share

JAKARTA – Ribuan demonstran turun ke jalan di lebih dari 3.000 kota dan desa di seluruh Amerika Serikat (AS) mengecam Presiden Donald Trump dan kebijakannya dalam protes “No Kings” yang digelar akhir pekan lalu. Pihak penyelenggara mengklaim demonstrasi ini sebagai yang terbesar, dengan perkiraan 8 juta orang turun ke jalan di seluruh negeri.

Protes "No Kings" adalah yang terbaru sejak Oktober, dan penyelenggara mengatakan mereka ingin mengirimkan pesan yang membahas apa yang mereka sebut sebagai "kekacauan terus-menerus pemerintahan Trump" sejak demonstrasi saat itu. Demonstrasi ini menandai putaran ketiga gerakan “No Kings” (Tanpa Raja), yang meluncurkan protes nasional pada Juni 2025.

Para penyelenggara, dari berbagai kelompok termasuk ACLU, National Action Network, dan United Federation of Teachers, mengatakan bahwa ada sekitar 3.200 acara yang direncanakan pada Sabtu (28/3/2026).

Pada hari itu, kerumunan berkumpul di kota-kota besar, pinggiran kota, dan komunitas kecil, bernyanyi, meneriakkan slogan, dan memegang plakat. Penyelenggara menyebutkan setidaknya setengah dari aksi unjuk rasa berlangsung di daerah basis Partai Republik.

 

Penyelenggara mengatakan protes tersebut tidak berpusat pada satu tuntutan tunggal, melainkan mencerminkan penentangan luas terhadap kebijakan pemerintahan Trump. Isu-isu yang diangkat mulai dari penggunaan pasukan federal untuk penegakan hukum imigrasi, hingga pembunuhan Renee Good dan Alex Pretti oleh aparat penegak hukum federal di Minneapolis, sampai perang Trump dengan Iran.

Aksi demonstrasi besar-besaran dilaporkan terjadi di San Francisco dan Los Angeles. Di Texas, protes berlangsung di Dallas, Arlington, dan Fort Worth. Para demonstran di Boynton Beach, Florida, digambarkan oleh pejabat setempat sebagai "sangat antusias."

Demonstrasi tidak hanya terbatas pada kota-kota di AS, karena para pengunjuk rasa di negara lain juga mengadakan protes "No Kings". Di Roma dan London, jalanan dipenuhi oleh para demonstran.

Gedung Putih dan sekutu lainnya belum mengomentari peristiwa akhir pekan ini, tetapi di masa lalu mereka dan beberapa Republikan berpendapat bahwa protes tersebut adalah demonstrasi "benci Amerika."

 

Protes ini digelar di tengah anjloknya tingkat persetujuan terhadap Trump, yang saat ini tercatat berada di angka 36 persen menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada Selasa, 24 Maret. Ini merupakan angka terendah sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS untuk masa bakti kedua pada Januari 2026.

Angka ini sebagian besar didorong oleh penanganan ekonomi yang dinilai serampangan dan berkontribusi pada peningkatan biaya hidup warga AS, ditambah dengan perang yang diluncurkannya bersama Israel terhadap Iran.

Di tengah berbagai isu ini, dorongan untuk pemakzulan Trump juga dilaporkan semakin kuat di antara warga AS, meski saat ini tidak ada langkah dari Kongres AS ke arah tersebut.

Topik Menarik