Coba Lintasi Selat Hormuz, Kapal Perang AS Putar Balik Setelah Iran Beri Peringatan
JAKARTA – Kapal perusak Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) yang bergerak dari Pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan berusaha melintasi Selat Hormuz dalam konteks negosiasi antara AS dan Iran di Islamabad, Pakistan. Iran dan AS memberikan keterangan berbeda mengenai kapal-kapal tersebut.
Komando Sentral AS (CENTCOM) dalam unggahannya menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut berhasil melintasi Selat Hormuz tanpa koordinasi dan komunikasi dengan Iran. Namun, Teheran mengatakan pergerakan kapal itu terdeteksi dan disambut dengan peringatan langsung yang membuat mereka berbalik arah ke UEA.
“Setiap kapal militer AS yang melintasi Selat Hormuz akan diserang dalam waktu 30 menit.” Eskalasi cepat di Timur Tengah ini juga dikomunikasikan oleh pihak Iran kepada delegasinya di Islamabad, demikian pernyataan dari Garda Revolusi Islam Iran.
Pembicaraan antara AS dan Iran di Islamabad gagal mencapai kesepakatan, yang kemungkinan akan memicu kelanjutan perang yang telah berlangsung lebih dari sebulan.
Pembersihan Selat Hormuz
Eskalasi singkat ini terjadi tak lama setelah Trump menyatakan di Truth Social bahwa AS telah memulai proses "pembersihan" Selat Hormuz sebagai "bantuan kepada dunia". Ia juga mengatakan bahwa semua 28 kapal penyebar ranjau Iran telah ditenggelamkan.
Beberapa jam setelah unggahan Trump di media sosial, dua kapal perang AS dilaporkan melewati Selat Hormuz, menurut laporan The Wall Street Journal. Kapal perusak rudal berpemandu Angkatan Laut AS melewati selat sempit itu tanpa masalah yang dilaporkan, kata laporan tersebut, mengutip tiga pejabat AS.
Seorang pejabat AS juga mengonfirmasi kepada Axios bahwa beberapa kapal Angkatan Laut telah melintasi Selat Hormuz. Namun, televisi pemerintah Iran membantah adanya kapal AS yang melewati jalur sempit tersebut.










