Ulama Sepuh Banten Abuya Muftadi Pesan Jaga Ketentraman Jelang Muktamar

Ulama Sepuh Banten Abuya Muftadi Pesan Jaga Ketentraman Jelang Muktamar

Nasional | okezone | Selasa, 21 April 2026 - 13:58
share

JAKARTA - Jelang muktamar ke-35 NU, banyak gagasan hebat muncul dari komunitas NU arus bawah. Salah satunya dari struktural dan komunitas NU di Banten saat Forum Silaturahmi di kediaman Pengasuh PP Daarul Falahiyah Cisoka Tangerang Banten, KH Ahmad Imron  (Gus Imron).

Forum silaturahmi tersebut diikuti Ketua PWNU Banten, Ketua PCNU Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kab Tangerang, Lebak, Pandeglang, Kota Serang, Kabupaten Serang dan Ketua PW GP Ansor NU Banten.

Gagasan tersebut untuk membangkitkan dan menggairahkan NU melalui strategi kaderisasi berjenjang, masif dan sistematis. Kemudian diikuti gerakan nahdliyyin sesuai inisiatif, kreasi dan inovasi berbasis kearifan lokal.

“Dalam bahasa saya, membangkitkan dan menggairahkan NU dilakukan dengan ideologisasi; ngelmuni lagi secara baik dan efektif tentang berNU, bergerak didalam NU dan bekhidmah melalui NU demi kemashlahatan dan kemajuan umat,” ujar pengasuh Ponpes Mamba'ul Ma'arif, Denanyar, Jombang, Kiai Abdussalam Shohib, Selasa (21/4/2026).

Peta jalan menggairahkan NU itu disampaikannya beberapa saat setelah dia sowan ke Abuya Muhtadi Dimyati, pengasuh PP Roudlotul Ulum Cidahu Pandeglang Banteng, sekaligus Mustasyar PBNU.

Gus Salam -- panggilan akrabnya --  juga telah sowan-silaturahmi ke Rais Syuriyah PWNU Banten untuk mohon do’a restu dan dukungan serta mohon izin untuk bertemu dengna tanfidziyah PWNU-PCNU se-Banten.

Dalam banyak kesempatan silaturahmi masyayikh dan struktur NU, Gus Salam selalu menegaskan ikhtiarnya untuk mendapatkan kepercayaan menjadi Ketua Umum PBNU melalui gelaran Muktamar ke-35, Agustus 2026, kelak. Hal itu dilakukan Gus Salam untuk memenuhi permintaan, sekaligus perintah para guru-kiainya agar maju sebagai kandidat Ketua Umum PBNU.

“Abuya Muhtadi Dimyati, ulama sepuh Pakubumi Banten, berpesan agar Ulama-NU turut menjaga ketentraman masyarakat dan perbaikan ekonomi bangsa,” cerita Gus Salam tentang nasehat Abuya Muhtadi Dimyati.

 

“Saya menangkap pesan itu sebagai perintah agar NU ke depan memberi tekanan dan penegasan prioritas program untuk lebih menguatkan sabuk pengaman di tengah masyarakat, sekaligus bersama pemerintah membangkitkan kemandirian dan kedaulatan ekonomi bangsa,”lanjutnya.

Sejalan dengan nasehat Abuya Muhtadi, dalam forum silaturahmi dan dialog di kediaman KH Ahmad Imron, dikenal Gus Imron, Pengasuh PP Daarul Falahiyah Cisoka Tangerang Banten, ketua-ketua PCNU seluruh Banten menyampaikan pentingnya sinergi; gerakan padu dengan pola kemitraan dan berbagi peran antara PBNU hingga PCNU pada hal-hal konkrit dan produktif.

“Kyai-kyai PCNU berharap sinergi PBNU hingga struktur bawah dijalankan untuk melayani kepentingan nyata-konkrit dirasakan masyarakat-nahdliyyin, khususnya di bidang keagamaan, sosial budaya dan ekonomi,” ujarnya.

“banyak sekali inisiatif produktif dan inovasi NU dibawah. Yang diperlukan pengakuan afirmatif, memfasilitasi dan mendampingi pengembangannya. Bukan mengendalikan disertai birokrasi struktural yang ribet, apalagi dibumbui tekanan bersifat instruktif-doktrinal,” tambahnya.

Semangat silaturahmi yang penuh kehangatan itu serasa mencairkan kebekuan dari situasi NU dalam beberapa waktu terakhir.

Ukhuwwah nahdliyyah kembali terbentuk sebagai langkah merawat persaudaraan struktur dan warga NU yang sempat terusik oleh konflik di internal PBNU yang dirasakan tidak produktif, bahkan menguras energi berjam’iyyah.

“Alhamdulillah. Kita saling mendialogkan bagaimana menjaga dan merawat jati diri Nahdlatul Ulama dengan menghidupkan kembali ghirah berjuang di NU,” tegas Gus Salam.

Topik Menarik