Komentar Berkelas Cesc Fabregas Usai Como 1907 Takluk 2-3 dari Inter Milan di Semifinal Coppa Italia 2025-2026

Komentar Berkelas Cesc Fabregas Usai Como 1907 Takluk 2-3 dari Inter Milan di Semifinal Coppa Italia 2025-2026

Terkini | okezone | Rabu, 22 April 2026 - 09:28
share

MILAN – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas tak sepenuhnya kecewa timnya kalah 2-3 dari Inter Milan di leg II semifinal Coppa Italia 2025-2026, pada Rabu (22/4/2026) dini hari WIB. Sebab Fabregas merasa Como yang sekarang perlahan mulai mampu menyamai level klub Raksasa Italia, seperti Inter Milan.

Ya, langkah heroik Como 1907 di ajang Coppa Italia 2025-2026 terpaksa terhenti di babak semifinal. Meski sempat unggul dua gol lebih dulu melalui aksi Martin Baturina dan Lucas Da Cunha, klub milik pengusaha Indonesia ini harus mengakui keunggulan Inter Milan dengan skor tipis 2-3 pada leg kedua sekaligus kalah secara agregat (hasil leg I 0-0).

Dua gol dari Hakan Calhanoglu dan satu gol penentu dari Petar Sucic memastikan comeback dramatis bagi Nerazzurri. Kendati gagal melaju ke partai puncak untuk pertama kalinya dalam sejarah klub, Fabregas justru menunjukkan sikap ksatria dan memberikan apresiasi tinggi terhadap perkembangan pesat anak asuhnya.

1. Kebangkitan Como 1907

Fabregas mengingatkan publik untuk tidak melupakan fakta sejarah bahwa tim ini baru bangkit dari kebangkrutan pada 2017 dan masih berkompetisi di kasta ketiga (Serie C) pada 2021 lalu. Baginya, mampu merepotkan tim sekelas Inter Milan yang merupakan finalis Liga Champions adalah sebuah pencapaian luar biasa dalam proses transformasi klub.

Inter Milan vs Como 1907. (Foto: Instagram/comofootball)

"Saya tahu dari mana kami memulai perjalanan ini dua setengah tahun yang lalu. Sekarang kami menantang tiket Final Coppa Italia dan hampir mengalahkan Inter dua kali dalam beberapa pekan terakhir,” ujar Fabregas, dilansir dari Football Italia, Rabu (22/4/2026).

“Apakah kami berada di level yang sama dengan Inter? Tidak, tapi kami sudah dekat. Kami hanya belum cukup kuat di kedua kotak penalti," tambahnya.

 

2. Belajar dari Kegagalan

Mantan gelandang Arsenal ini menolak untuk merasa marah meski timnya dua kali membuang keunggulan melawan Inter di bulan ini. Ia mengutip perjalanan karier pelatih hebat seperti Jurgen Klopp yang pernah kalah dalam tujuh final piala pertamanya sebagai bukti bahwa kekalahan adalah bagian tak terpisahkan dari proses pendewasaan sebuah tim.

"Saya tidak bisa marah malam ini. Saya melihat performa hebat dari para pemain,” sambung Fabregas.

Cesc Fabregas. (Foto: Instagram/comofootball)

“Kami adalah salah satu dari tiga atau empat tim top di Eropa yang paling banyak memainkan pemain di bawah usia 23 tahun, dan itu bukanlah hal yang remeh," imbuhnya.

Fabregas pun menegaskan Como akan terus tumbuh bersama para pemain mudanya dan tetap optimistis menatap sisa musim meski harus menelan pil pahit di semifinal.

Topik Menarik