3 Proyek Sampah Jadi Listrik Danantara Jadi PSN
JAKARTA - Pemerintah resmi menetapkan tiga proyek fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) gelombang pertama sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ketiga proyek yang mendapatkan status PSN tersebut berlokasi di wilayah strategis, yakni Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.
Langkah ini tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025 serta didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 terkait percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah.
PT Danantara Investment Management (DIM) bersama anak perusahaannya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) menyambut baik keputusan ini. Denera, yang dibentuk khusus untuk mengembangkan platform PSEL nasional, akan bertugas mengoordinasikan investasi strategis, pemilihan teknologi, hingga kemitraan lintas sektor.
Chief Executive Officer DIM Pandu Sjahrir menyatakan bahwa status PSN ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadirkan solusi terintegrasi, mulai dari pengurangan ketergantungan pada TPA hingga optimalisasi sampah menjadi sumber energi.
"Melalui Denera, kami ingin membantu percepatan realisasi ekosistem Waste-to-Energy yang mampu menjadi bagian dari solusi jangka panjang atas tantangan pengelolaan sampah di Indonesia," ujar Pandu dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Penetapan status PSN ini diformalisasikan melalui Surat Keterangan yang diterbitkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP). Adapun pengerjaan di lapangan akan dilakukan oleh Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP).
PSEL Kota Bekasi dilaksanakan oleh Bekasi Environment Nusantara, PSEL Bogor Raya dilaksanakan oleh Nusantara Bogor New Energy, dan PSEL Denpasar Raya dilaksanakan oleh Nusantara Bali New Energy.
Dengan status PSN, ketiga proyek ini akan mendapatkan keistimewaan berupa penguatan koordinasi lintas kementerian, fasilitas penyelesaian hambatan proyek, serta dukungan instrumen pemerintah guna memastikan pembangunan berjalan efisien dan tepat waktu.
Chief Executive Officer Denera Fadli Rahman menambahkan, pengelolaan sampah kini bukan lagi sekadar urusan daerah, melainkan telah menjadi kepentingan strategis nasional.
"Bagi Denera, status ini tidak hanya mempercepat realisasi di tiga lokasi awal, tetapi juga menjadi pijakan penting bagi pengembangan fasilitas PSEL di lokasi-lokasi berikutnya," kata Fadli.
Proyek-proyek ini diharapkan tidak hanya berkontribusi pada penyelesaian masalah sampah di tingkat kota, tetapi juga mendukung target pemerintah dalam meningkatkan bauran energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon.










