Koalisi Masyarakat Peduli MBG Gelar Aksi di Depan Gedung DPR, Ajukan 5 Tuntutan
JAKARTA - Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Koalisi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis mendatangi depan Gedung DPR RI, Jakarta pada Senin (15/6/2026) ini. Dalam aksi ini, mereka menyampaikan tuntutan berkaitan dengan program MBG.
Berdasarkan pantauan, puluhan masyarakat itu tiba di depan Gedung DPR RI pada sekira pukul 11.00 WIB dengan satu mobil komando. Mereka langsung melakukan orasinya menggunakan pengeras suara di depan pagar pintu masuk Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto.
Puluhan masyarakat tersebut tampak membawa spanduk dan poster-poster berkaitan dengan tuntutan mereka tentang MBG. Di antaranya, mereka meminta adanya penggantian Kepala BGN RI dan mendesak DPR RI bisa merealisasikan tuntutan mereka.
Setidaknya, ada 5 tuntutan yang disampaikan mereka. Pertama, menuntut Presiden Republik Indonesia segera mencopot Nanik S. Deyang dari jabatan sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena tidak memenuhi aspek kepatutan, integritas, serta rekam jejaknya yang masih dibayangi oleh jeratan hukum. Kedua, mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mencabut dan mengevaluasi kembali keputusan pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
"Negara tidak boleh mempertaruhkan masa depan program strategis pemenuhan gizi rakyat kepada pejabat yang masih menimbulkan kontroversi dan tanda tanya besar di ruang publik," ujar orator dari atas mobil komandonya, Senin (15/6/2026).
Ketiga, mendesak Komisi IX DPR RI menggunakan seluruh kewenangan pengawasannya untuk menguji kelayakan dan kepatutan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN, termasuk meminta penjelasan mengenai proses pengangkatan dan pertimbangan pemerintah dalam memilih yang bersangkutan. Keempat, mendesak Komisi IX DPR RI untuk tidak menutup mata terhadap persoalan adanya penyebutan nama Nanik S. Deyang dalam keterangan justice collaborator (JC) Sony Sonjaya.
"Kelima, kami menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk memboikot program MBG sebagai bentuk penolakan terhadap pengangkatan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) karena yang bersangkutan diduga kuat terlibat dalam pusaran skandal korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional," kata orator tersebut.










