Kiper Timnas Cape Verde Ungkap Asal Usul Julukannya, Ternyata Berasal dari Ledekan Masa Kecil

Kiper Timnas Cape Verde Ungkap Asal Usul Julukannya, Ternyata Berasal dari Ledekan Masa Kecil

Terkini | okezone | Rabu, 17 Juni 2026 - 00:04
share

JAKARTA - Kiper Timnas Cape Verde, Vozinha, menceritakan asal mula nama panggilannya. Ternyata, nama panggilannya itu didapat sewaktu kecil dari neneknya.

1. Bikin Spanyol Frustrasi

Nama Vozinha menjadi buah bibir setelah berhasil membawa Timnas Cape Verde mengimbangi Spanyol dalam laga pertama mereka di Grup H Piala Dunia 2026, Selasa (16/6/2026) dini hari. Ia melakukan sejumlah aksi heroik hingga pertandingan berakhir dengan skor 0-0. 

Ini menjadi catatan sejarah bagi Timnas Cape Verde dalam debutnya di Piala Dunia. Dalam pertandingan itu, Vozinha mencatat berhasil menggagalkan 7 peluang Timnas Spanyol. 

Kiper bernama asli Josimar Dias itu pun keluar sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut. Pria berusia 40 tahun itu mendedikasikan kemenangan ini untuk keluarganya. 

"Saya sangat berterima kasih kepada orang tua dan kakek-nenek, yang sekarang menatapku dari atas sana," katanya," katanya melansir laman FIFA, Rabu (17/6/2026). 

Vozinha menangis kelar laga Timnas Spanyol vs Cape Verde @eurofootcom

 "Saya kehilangan nenek saya dua tahun lalu, dan kakek juga. Mereka membesarkan saya. Jika mereka masih hidup hari ini, mereka akan sangat bangga dengan cucunya. Itulah mengapa ini sangat berarti bagi saya. Ini adalah sesuatu yang diimpikan oleh penduduk Tanjung Verde sepanjang hidup mereka," tuturnya.

2. Asal Mula Julukan

Ia pun berbicara soal julukannya Vozinha. Ternyata, julukan itu berasal sewaktu kecil. 

Vozinha mengungkapkan, awalnya namanya terinspirasi dari nama bintang Argentina Jorge Valdona. Nenek sang kiper, Maria Senhorinha dos Santos, sepanjang hidupnya memanggil cucunya "Dani" karena kesulitan mengucapkan "Valdano". Justru Maria-lah yang memberinya nama yang kini tertera di bagian belakang bajunya.

 

Julukan itu berasal dari masa kecilnya. Tepatnya saat dia dibesarkan oleh kakek-neneknya karena ibunya bekerja lembur dan ayahnya menjalani wajib militer. 

Bermain sepak bola di jalanan dengan anak laki-laki yang lebih tua, dia sering mengalami benturan dan memar, karena tidak pernah suka kalah. Karena benturan dan memar itu, teman-temannya sering menggoda dengan mengatakan "lari ke nenek" (atau vozinha) setiap kali keadaan menjadi sulit.

Kiper Timnas Cape Verde Vozinha (FIFA)

"Dulu saya sering menerima banyak pukulan, dan setiap kali tidak bisa membalas dendam, saya akan pulang dengan marah dan merajuk," kata Vozina dalam sebuah wawancara dengan FIFA pada 2024. 

"Mereka akan menggoda saya, mengatakan bahwa saya akan mengadu kepada kakek-nenek saya."
 

Topik Menarik