Rano Karno Bacakan Pesan Keluarga Guruh Soekarnoputra Usai Dishalatkan Menag

Rano Karno Bacakan Pesan Keluarga Guruh Soekarnoputra Usai Dishalatkan Menag

Nasional | okezone | Sabtu, 26 September 2026 - 13:40
share

JAKARTA - Suasana duka yang mendalam menyelimuti kediaman almarhum Guruh Irianto Sukarnoputra atau yang akrab disapa Guruh Soekarnoputra di Jalan Sriwijaya No. 26, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (26/9/2026).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, didapuk untuk mewakili keluarga besar proklamator RI, Bung Karno, membacakan sambutan perpisahan sebelum jenazah sang maestro diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir.

Momen haru tersebut berlangsung tepat setelah Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, memimpin shalat jenazah.

Tampak hadir dan mendengarkan dengan saksama deretan tokoh nasional, mulai dari Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, hingga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Dalam sambutannya, Rano Karno dengan nada bergetar menyampaikan rasa terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam mewakili keluarga besar Bung Karno.

"Terima kasih karena telah datang bukan sekadar untuk menyaksikan sebuah perpisahan, tetapi untuk mengantarkan seorang saudara, seorang sahabat, seorang seniman, seorang anak bangsa, sampai ke ujung perjalanan hidupnya," ucap Rano Karno di hadapan para pelayat.

Rano Karno juga memohonkan maaf dan keikhlasan dari seluruh hadirin jika semasa hidupnya Guruh Soekarnoputra pernah memiliki kekhilafan, baik dari tutur kata maupun sikap yang tanpa sengaja melukai.

 

Bagi keluarga dan bangsa Indonesia, kepergian Guruh bukan sekadar kehilangan seorang anggota keluarga besar, melainkan kehilangan seorang penjaga ingatan kebudayaan.

"Sejak kecil, hidup Mas Guruh seolah telah menemukan bahasanya sendiri lewat seni. Mas Guruh adalah seseorang yang tak pernah letih mencintai Indonesia. Dan cinta Mas Guruh kepada Indonesia bukanlah cinta yang berisik dan gaduh," kenang Rano Karno.

Rano menyebut, Guruh menerjemahkan cintanya pada Tanah Air melalui lagu, tarian, dan warna di atas panggung. Di tangan Guruh, seni tradisional tidak pernah terasa tua, dan yang modern tidak pernah harus kehilangan akarnya.

"Mas Guruh seperti hendak berkata kepada generasi setelahnya: Silakan berjalan sejauh-jauhnya menuju masa depan, tetapi jangan pernah malu kepada jalan yang membawa kita berasal," tuturnya.

Menutup sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa penghargaan terbesar bagi seorang seniman bukanlah piala atau medali, melainkan saat karya-karyanya tetap hidup meski sang pencipta telah tiada.

Ia meyakini, karya-karya Guruh Soekarnoputra tidak akan pernah mengenal kematian.

"Panggung dunia perlahan menutup tirainya. Tetapi percayalah, tepuk tangan untuk perjalanan hidup Mas Guruh tidak akan berhenti hari ini. Selamat jalan, Mas Guruh. Pulanglah dengan tenang. Di sini, kami akan menjaga nyala yang pernah Mas hidupkan," pungkas Rano Karno, diiringi lantunan Al-Fatihah dari para pelayat yang hadir.
 

Topik Menarik