Sorakan Suporter Dikhawatirkan Bikin Kevin Diks Dkk Ogah Bela Timnas Indonesia Lagi
PENGAMAT sepakbola Tanah Air, Ronny Pangemanan, khawatir Kevin Diks dan kawan-kawan ogah membela Timnas Indonesia lagi. Kekhawatiran itu muncul karena perjuangan mereka seakan tidak diapresiasi suporter kelar laga Timnas Indonesia vs Malaysia di matchday kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin 28 September 2026 malam WIB.
Kelar pertandingan, sejumlah suporter meneriakkan nama mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong. Para suporter seakan belum move on dengan Shin Tae-yong yang pernah mencetak banyak prestasi bersama Timnas Indonesia.
1. Kevin Diks Kecewa
Kebetulan saat suporter meneriakkan nama Shin Tae-yong, Kevin Diks sedang diwawancara televisi yang menyiarkan pertandingan. Kevin Diks mengatakan apa yang diutarakan suporter tidak bisa dibenarkan.
“Menurut saya ini (sorakan suporter) tidak benar. Ini tidak benar. Rasanya ini tidak baik buat para pemain, tidak baik buat pelatih," kata Kevin Diks dalam wawancara selepas laga, Senin 29 September 2026.
"Kami mencoba berjuang dengan 10 orang, itu sangat sulit. Dan saya, saya kecewa dengan ini. Buat saya ini tidak betul. Ini mengecewakan,” tegas Kevin Diks.
2. Khawatir Tak Mau Bela Timnas Indonesia Lagi
Bung Ropan -sapaan akrab Ronny Pangemanan- menyoroti betul sorakan suporter. Ia khawatir Kevin Diks dan kawan-kawan enggan membela Timnas Indonesia lagi karena tidak dihargai suporter skuad Garuda.
“Para pemain sudah berjuang mati-matian. Karena itu, saya maklum melihat raut kekecewaan Kevin Diks ketika nama Shin Tae-yong menggema, seakan-akan suporter belum move on,” kata Bung Ropan dalam Podcast Locker Room yang tayang di YouTube Official Okezone.
“Suporter seperti tidak menghargai pemain. Padahal, ini kita tidak kalah loh. Lain halnya jika kalah. Para pemain sudah berjuang dan clean sheet. Takutnya, rasa keinginan pemain membela tim nasional jadi hilang. Khawatirnya pemain next-nya menolak panggilan dengan pura-pura cedera,” lanjut Bung Ropan.
“Khawatirnya pemain berpikiran buat apa kita membela tim nasional kalau ujung-ujungnya dicemooh suporter dan perjuangan pemain tidak dihargai. Jadi sebenarnya nasionalisme pemain itu luar biasa,” tutup Bung Ropan.









