Bikin Heboh, Jorge Lorenzo Sebut Bakat Maverick Vinales Lebih Hebat ketimbang Valentino Rossi dan Marc Marquez
JUARA dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo, melontarkan pernyataan mengejutkan mengenai potensi mantan rivalnya, Maverick Vinales. Lorenzo, yang baru saja mengumumkan kerja sama sebagai pelatih Vinales, yakin bahwa Top Gun –julukan Vinales– memiliki bakat alami yang jauh melampaui beberapa pembalap yang pernah memenangkan gelar juara dunia di kelas utama, seperti Valentino Rossi dan Marc Marquez.
Vinales yang memulai debut MotoGP pada tahun 2015 sempat dicap sebagai calon juara dunia. Namun, setelah melakoni sejumlah musim bersama Suzuki, Yamaha, Aprilia, dan kini KTM Tech3, Vinales baru mengumpulkan 10 kemenangan di balapan utama.
1. Talenta Murni Vinales Setara The Magnificent Four
Menurut Lorenzo, talenta murni yang dimiliki Vinales seharusnya sudah cukup untuk bersaing di perebutan gelar. Ia percaya, jika pembalap dengan bakat yang lebih sedikit mampu berjuang meraih gelar, tidak ada alasan bagi Vinales, yang memiliki bakat lebih hebat, untuk tak bisa merebut gelar juara dunia MotoGP.
"Dia adalah salah satu dari lima atau enam rival terkuat yang saya miliki, terutama ketika dia pindah ke Yamaha," kata Lorenzo di podcast-nya, melansir dari Crash, Selasa (2/12/2025).
"Setelah tes Sepang (pada 2017), dia benar-benar mengintimidasi," tambahnya.
Lorenzo mengenang betapa menakutkannya Vinales saat awal pindah ke Yamaha. Lorenzo bahkan menempatkan Vinales sejajar dengan para pembalap elite di era mereka, yang ia sebut sebagai The Magnificent Four atau Five.
"Dalam hal talenta murni, Maverick selalu seperti empat atau lima pembalap hebat (Lorenzo, Valentino Rossi, Marc Marquez, Dani Pedrosa, Casey Stoner). Dalam hal kecepatan murni, dia tidak perlu iri pada siapa pun,” lanjut Lorenzo.
2. Keunggulan Bakat di Atas Rossi dan Marquez
Lorenzo mengakui hanya Casey Stoner yang mungkin memiliki kelebihan khusus atau talenta murni yang lebih unik dibandingkan Vinales. Namun, bagi Lorenzo, talenta murni Vinales sejajar, bahkan tidak kalah, dengan nama-nama besar lainnya.
Wujudkan Generasi Emas Biliar, MNC University Beri Beasiswa Kuliah di Kejurnas Pelajar POBSI 2025
"Dia tidak perlu iri pada Valentino Rossi, Dani Pedrosa, atau bahkan Marc Marquez atau saya," sambung Lorenzo.
Pembalap asal Spanyol itu lantas menggunakan logika keberhasilan pembalap lain sebagai motivasi bagi Vinales. Ia berharap kemitraan mereka dapat menyalurkan talenta besar Vinales menjadi konsistensi gelar.
"Saya selalu mengatakan kepadanya, jika pembalap dengan bakat dan kecepatan alami yang lebih sedikit berhasil berjuang untuk kejuaraan dunia, mengapa dia tidak bisa?" pungkas Lorenzo.
Vinales melalui MotoGP 2025 sebagai pembalap baru di KTM Tech3. Sayangnya di musim perdananya itu, Vinales sama sekali tidak finis di podium dan mengakhiri kompetisi di urutan ke-18.
Selanjutnya di tahun keduanya bersama tim satelit KTM tersebut, Vinales menargetkan hasil yang lebih baik. Ia bahkan merekrut Lorenzo sebagai pelatih balapannya demi bisa bersaing di barisan terdepan lagi.










