Tahu Motornya Sulit Ditaklukkan, Marc Marquez Sengaja Bikin Francesco Bagnaia Kesusahan di MotoGP 2025
MARC Marquez diyakini sudah tahu motor Ducati Desmosedici GP25 tidak lebih bagus ketimbang GP24. Ia lalu mendorong Ducati Lenovo untuk memilih kuda besi itu karena yakin Francesco Bagnaia akan kesulitan!
Ducati mendominasi di MotoGP 2024. Mereka meraih 16 kemenangan dari total 20 seri musim itu. Bagnaia menang 11 kali, Jorge Martin yang jadi juara dunia menang 3 kali, dan Enea Bastianini 2 kali.
1. Motor Sempurna
Bisa dibilang, Desmosedici GP24 adalah motor yang sempurna. Ducati kesulitan mengembangkan GP25 dan malah performanya sedikit turun. Kebingungan melanda garasi tim jelang MotoGP 2025.
Pasalnya, Marquez merasa motor terbaik adalah GP25. Sedangkan, Bagnaia bersikukuh menggunakan sasis serta mesin dari GP24 dengan sedikit modifikasi. Pada akhirnya, Ducati mendengarkan The Baby Alien.
Celakanya, Marquez bisa mencatat 11 kemenangan dan jadi juara dunia di MotoGP 2025. Sementara, Bagnaia hanya 2 kali menang dan berulang kali mendapat hasil buruk.
Di sisi lain, Alex Marquez yang memakai GP24 sukses jadi runner up dengan 3 kemenangan. Lalu, sang rookie Fermin Aldeguer juga mampu mencatat 1 kemenangan dengan motor lawas tersebut.
2. Sabotase
Mantan rider MotoGP, Chris Vermeulen, menduga Marquez menyabotase rekan setimnya. Ia tahu sejak awal Bagnaia akan kesulitan dengan GP25 dan mencegah agar Ducati tidak memakai GP24.
“Ada seseorang di paddock yang bilang begini ke saya: Marc sadar motor GP25 tidak lebih baik dari GP24. Tapi, dia tahu dia bisa mengendarainya sedangkan Pecco tidak. Jadi, dia menekan Ducati agar memilih GP25,” kata Vermeulen, dikutip dari Motosan, Senin (5/1/2026).
“Saya tidak tahu teori ini benar atau tidak, tapi besar kemungkinan begitu. Marc tahu dia bisa mengalahkan siapa saja dengan motor baru itu dan jika semuanya memakai GP24, tentu akan lebih sulit karena dia tahu Bagnaia dan Jorge Martin menjalani musim fenomenal,” imbuhnya.
Pada akhirnya, hanya Marquez yang bisa tampil luar biasa dengan GP25. Fabio Di Giannantonio yang juga punya kendaraan tempur yang sama, bahkan kepayahan sekadar untuk finis di podium.










