Panas! Atlet Non-Pelatnas Tak Diajak Aklimatisasi All England 2026
JAKARTA, iNews.id – Atlet non-pelatnas tidak diajak dalam program aklimatisasi All England 2026 yang disiapkan PBSI jelang turnamen di Utilita Arena Birmingham, Inggris, 3–8 Maret 2026.
Kabid Binpres PBSI Eng Hian menegaskan program adaptasi tersebut khusus untuk pemain pelatnas. Dari total 24 wakil Indonesia yang tampil, tiga atlet non-pelatnas tidak masuk agenda aklimatisasi.
Tiga nama non-pelatnas tersebut adalah Jonatan Christie, Sabar Karyaman Gutama, dan Moh Reza Pahlevi Isfahani. Mereka tetap berangkat ke All England 2026, namun tidak mengikuti sesi adaptasi yang digelar sebelum pertandingan.
Para atlet pelatnas dijadwalkan bertolak ke Inggris pada Selasa (24/2/2026). Setibanya di sana, mereka menjalani aklimatisasi pada 24–28 Februari 2026 di Milton Keynes, sekitar 120 kilometer di selatan Birmingham.
"Mereka nggak ikut. Dari tim pelatnas saja," kata Eng Hian di Pelatnas PBSI, Senin (23/2/2026).
Adaptasi Eropa Jadi Prioritas PBSI
Eng Hian menjelaskan program ini merupakan hasil diskusi bersama tim pelatih. Fokus utama tertuju pada kebutuhan atlet dalam menghadapi turnamen di Eropa dengan perbedaan waktu yang cukup panjang.
"Ya, ini adalah dari hasil diskusi pelatih-pelatih, masukan pelatih-pelatih. Tentunya itu adalah dari kebutuhan atlet-atletnya juga," ujar Eng Hian.
"Untuk turnamen yang Eropa, perbedaan waktunya yang cukup panjang, boleh gak untuk kita bisa beradaptasi," tambahnya.
Milton Keynes dipilih sebagai lokasi adaptasi karena jaraknya relatif dekat dengan Birmingham. Program tersebut ditujukan untuk membantu pemain menyesuaikan kondisi fisik dan ritme sebelum memasuki arena pertandingan.
Eng Hian menyebut persiapan di Jakarta berjalan baik hingga Senin (23/2/2026). Latihan sudah difokuskan agar para atlet mampu tampil optimal.
"Kami sudah mempersiapkan atlet-atlet kita yang dikirim ke All England ini tentunya sudah menjadi persiapan khusus supaya mendapatkan hasil yang terbaik," ucapnya.
All England 2026 menjadi salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender bulu tangkis dunia. PBSI menyiapkan langkah terukur demi menjaga peluang prestasi Indonesia di Birmingham.







