Gol Estupinan Bawa Milan Menang, Modric Sebut Ada Rasa Sergio Ramos

Gol Estupinan Bawa Milan Menang, Modric Sebut Ada Rasa Sergio Ramos

Olahraga | inews | Senin, 9 Maret 2026 - 14:00
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mengikuti arahan Kementerian Lingkungan Hidup (LH) terkait pengelolaan sampah di ibu kota. Hal ini menyusul insiden longsor sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (8/3/2026).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan mengintruksikan agar tidak semua sampah dari ibu kota langsung dibuang ke Bantargebang. Dia mengintruksikan agar lebih dulu dilakukan pemilahan sampah sebelum dibuang. 

"Jadi jumlah sampah saya akan memulai untuk pemilahan sampah itu sudah dilakukan, tidak semuanya harus dikirimkan ke Bantargebang atau ke tempat-tempat penampungan sampah," kata Pramono di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Dia menambahkan, selama ini sampah yang dikumpulkan di ibu kota ternyata langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir tanpa melalui proses pemilahan terlebih dahulu. Kondisi ini membuat tempat pembuangan akhir tercampur sampah organik dan anorganik.

"Karena sekarang ini hampir sebagian besar tidak dilakukan pemisahan kemudian dikirim ke Bantargebang, dan untuk itu Pemerintah DKI Jakarta sesuai dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup kami akan melakukan pemisahan," tuturnya.

Sebagai informasi, tumpukan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi longsor pada, Minggu (8/3/2026) sekira pukul 14.30 WIB. Tumpukan sampah yang menggunung menimpa truk pengangkut sampah di lokasi. 

Sebagai mitigasi dini akibat insiden longsor tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah menutup sementara jalur zona 4A untuk mobilitas pembuangan sampah ke Bantargebang. Pembuangan sampah sementara hanya diizinkan melalui Zona 3.

"Dan untuk sementara ini, sambil menunggu Zona 4A diselesaikan, maka Zona 3 dan dua zona baru sedang kita persiapkan untuk bersifat temporary, sementara, jadi tidak permanen," kata Pramono. 

Adapun insiden longsor itu membuat tim SAR gabungan dikerahkan ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian terhadap korban yang tertimbun sampah. 

Terbaru, Kantor SAR Jakarta menemukan satu korban meninggal dunia pada, Senin (9/3/2026) pukul 12.05 WIB. Korban langsung diangkut ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

Dengan demikian, total korban tewas dalam insiden longsor ini menjadi lima orang.

Hingga saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian di lokasi. Alat berat hingga anjing K9 juga dikerahkan untuk membantu pencarian korban.

Topik Menarik