Selebrasi Senjata Pemain Iran Mohammad Mohebi Jadi Sorotan Dunia, Apa Maknanya?

Selebrasi Senjata Pemain Iran Mohammad Mohebi Jadi Sorotan Dunia, Apa Maknanya?

Olahraga | inews | Selasa, 16 Juni 2026 - 15:21
share

LOS ANGELES, iNews.id – Mohammad Mohebi menjadi pusat perhatian setelah selebrasi golnya bersama Timnas Iran memicu kontroversi di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 27 tahun tersebut akhirnya angkat bicara usai dituding melakukan gestur sensitif saat mencetak gol ke gawang Timnas Selandia Baru.

Mohebi mencetak gol kedua Iran dalam laga Grup G yang berakhir imbang 2-2 melawan Selandia Baru di Stadion Los Angeles, California, Selasa (16/6/2026). Pemain yang membela FC Rostov di Liga Rusia tersebut menyamakan kedudukan setelah Iran sempat tertinggal.

Di sisi lain, Selandia Baru tampil agresif lewat dua gol Elijah Just yang dicetak sebelum dan sesudah turun minum. Namun keunggulan All Whites selalu berhasil dipatahkan Iran.

Kontroversi sebenarnya sudah terasa sejak sebelum laga dimulai. Aksi protes terjadi di luar stadion, sementara lagu kebangsaan Iran mendapat respons beragam dari penonton berupa siulan, sorakan, dan tepuk tangan. Situasi politik yang menyelimuti partisipasi Iran membuat atmosfer pertandingan menjadi sensitif.

FIFA juga disorot karena larangan penggunaan bendera Iran pra-revolusi dengan lambang Lion and Sun. Meski sudah dilarang secara resmi, sejumlah bendera tersebut tetap terlihat di sekitar stadion, memicu perdebatan lanjutan di tribun penonton.

Selebrasi Gol Picu Kecaman

Sorotan memuncak saat Mohebi mencetak gol penyeimbang kedua Iran. Dia melakukan selebrasi dengan mengacungkan dua jari menyerupai gestur senjata, diarahkan ke tanah lalu digerakkan ke udara. Aksi tersebut memicu kemarahan sebagian suporter dan pengamat.

Banyak pihak mendesak FIFA meninjau ulang gestur tersebut. Selebrasi Mohebi dinilai sensitif mengingat Iran tampil di Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat.

Di tengah kritik tajam, Mohebi akhirnya memberi klarifikasi. Dia menegaskan selebrasi tersebut murni spontan dan tidak mengandung pesan tertentu.

"Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua fans Iran yang datang menonton di Los Angeles. Mereka menciptakan atmosfer luar biasa di pertandingan," kata Mohebi seperti dikutip dari The Mirror.

"Selebrasi itu muncul begitu saja di pikiran, pada momen itu. Saya melakukannya seperti ini dan ingin mempersembahkannya untuk semua fans. Itu hanya selebrasi, dan selesai," lanjut dia.

Selain Mohebi, gol pertama Iran dicetak Ramin Rezaeian pada menit ke-32. Pemain berusia 36 tahun tersebut melakukan selebrasi dengan menarik kaus menutupi wajah.

Rezaeian mengakui selebrasinya mengandung pesan politik, meski dia menolak membahas lebih jauh.

"Itu sesuatu yang bersifat politik. Saya tidak ingin membicarakannya. Kami ada di sini untuk menjawab pertanyaan sepak bola. Jika ada masalah di antara kami sebagai rakyat Iran, itu urusan kami," ujar Rezaeian.

Usai hasil imbang ini, Iran dijadwalkan menghadapi Timnas Belgia pada laga kedua Grup G, 21 Juni. Lima hari berselang, Iran akan berduel melawan Timnas Mesir dalam laga penentuan fase grup.

Topik Menarik