Ali/Devin Runner Up Macau Open 2026, Momentum Hilang di Gim Penentuan

Ali/Devin Runner Up Macau Open 2026, Momentum Hilang di Gim Penentuan

Olahraga | inews | Minggu, 21 Juni 2026 - 14:24
share

MACAU, iNews.id – Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi runner up Macau Open 2026 setelah harus mengakui keunggulan pasangan Korea Selatan Jin Yong/Lee Jong Min dalam laga final yang berlangsung dramatis. Wakil Indonesia itu tumbang lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-18, 19-21, dan 10-21.

Final Macau Open 2026 digelar di Macau East Asian Games Dome, Minggu (21/6/2026). Duel ini menjadi pertemuan puncak dua pasangan yang sama-sama tampil konsisten sejak babak awal turnamen.

Ali/Devin membuka laga dengan kepercayaan diri tinggi. Permainan agresif dan rapi membuat mereka mampu menekan Jin/Lee sejak awal gim pertama.

Keunggulan 10-7 sempat diraih Ali/Devin pada paruh gim pembuka. Mereka terus menjaga tempo dan memaksa lawan bermain dalam tekanan untuk memperlebar jarak poin.

Upaya tersebut berbuah hasil. Gim pertama berhasil diamankan Ali/Devin dengan skor 21-18, memberi sinyal kuat peluang gelar juara terbuka lebar.

Gim Kedua Jadi Titik Balik

Memasuki gim kedua, Ali/Devin mencoba mempertahankan pola permainan. Mereka bahkan sempat unggul 11-6 dan terlihat mengontrol jalannya laga.

Namun, Jin/Lee meningkatkan intensitas serangan. Pasangan Korea Selatan itu tampil lebih berani dalam reli panjang dan perlahan memangkas selisih poin.

Kerja keras Jin/Lee akhirnya membalikkan keadaan. Gim kedua lepas dari genggaman Ali/Devin setelah kalah tipis 19-21, memaksa pertandingan berlanjut ke gim penentuan.

Pada gim ketiga, momentum sepenuhnya beralih ke kubu Korea Selatan. Ali/Devin tampak kesulitan mengimbangi tempo cepat Jin/Lee dan kerap kehilangan poin dalam situasi krusial.

Tekanan bertubi-tubi membuat Ali/Devin tak mampu keluar dari dominasi lawan. Gim ketiga berakhir dengan skor telak 10-21, sekaligus memastikan gelar juara Macau Open 2026 jatuh ke tangan Jin/Lee.

Hasil ini membuat Ali/Devin harus puas sebagai runner-up. Meski gagal juara, pencapaian hingga final tetap menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi di level turnamen internasional.

Topik Menarik