AFC Siapkan Nations League Asia, Jalur Timnas Indonesia ke Piala Dunia Bisa Berubah Total
JAKARTA, iNews.id - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) merancang perubahan besar dalam kualifikasi Piala Dunia dan Piala Asia melalui kompetisi baru bernama AFC Nations League. Menurut ESPN, kompetisi ini direncanakan mulai digelar secara resmi pada 2030 dengan sistem tiga kasta, promosi-degradasi, serta format pertandingan yang terintegrasi dengan kualifikasi dua turnamen utama tersebut.
Rencana ini berpotensi mengubah peta persaingan negara-negara Asia, termasuk Timnas Indonesia, dalam mengejar tiket ke Piala Dunia dan Piala Asia. AFC sebelumnya telah mengumumkan rencana memperkenalkan Nations League pada Desember lalu. Kini, rancangan format kompetisi tersebut akan dipresentasikan kepada asosiasi anggota AFC.
Dalam usulan terbaru, peserta dibagi menjadi tiga tingkatan. Kasta pertama dan kedua masing-masing dihuni 18 negara, sedangkan kasta ketiga terdiri dari 11 negara yang dibagi ke dalam tiga grup. Sistem ini dirancang untuk mengatur persaingan antarnegera sekaligus menjadi bagian dari jalur kualifikasi turnamen internasional.
Tiga Kasta, Promosi-Degradasi, dan Jalur Baru Kualifikasi
AFC tidak berencana membagi peserta berdasarkan zona atau kawasan seperti dalam sejumlah kompetisi sebelumnya. Perbedaan jumlah negara di setiap kawasan dan ketimpangan tingkat persaingan menjadi pertimbangan untuk menerapkan sistem tanpa pembagian regional.
Dalam proses pengundian, negara-negara peserta akan ditempatkan ke dalam sejumlah pot. Algoritma kemudian digunakan untuk membantu menyusun jadwal pertandingan yang seimbang. Setiap dua tahun, dua negara terbawah di setiap kasta akan terdegradasi, sedangkan dua negara teratas dari kasta di bawahnya mendapatkan promosi otomatis.
Selain promosi dan degradasi langsung, AFC menyiapkan jalur playoff untuk menentukan perubahan komposisi peserta. Empat tim dengan posisi terendah berikutnya di kasta atas akan menghadapi empat tim dengan peringkat terbaik berikutnya dari kasta di bawahnya.
AFC juga tidak ingin Nations League menjadi kompetisi terpisah yang tidak berkaitan dengan kualifikasi Piala Dunia maupun Piala Asia. Pertimbangan biaya penyelenggaraan dan keterbatasan kalender pertandingan menjadi alasan format tersebut tidak dipilih.
Untuk edisi yang terhubung dengan kualifikasi Piala Dunia, jumlah pertandingan yang dijalani negara peserta akan bertambah. Edisi pertama Nations League Asia yang terintegrasi dengan kualifikasi Piala Dunia direncanakan berlangsung pada 2032-2033.
Di kasta tertinggi, setiap negara akan memainkan enam pertandingan kandang dan enam pertandingan tandang. Enam tim terbaik akan otomatis lolos ke Piala Dunia, sedangkan tim peringkat ketujuh hingga ke-10 mengikuti fase playoff dengan format liga satu putaran atau round-robin untuk memperebutkan dua tiket tambahan.
Dua tim teratas dari fase playoff tersebut akan mendapatkan tiket ke Piala Dunia. Sementara itu, tim yang finis di posisi ketiga masih memiliki kesempatan melanjutkan perjuangan melalui playoff antarkonfederasi.
Skema itu berbeda dari kualifikasi Piala Dunia 2026. Dalam format yang digunakan saat itu, 18 negara yang lolos ke putaran ketiga dibagi ke dalam tiga grup, masing-masing berisi enam tim. Dua tim teratas dari setiap grup langsung lolos ke Piala Dunia, sedangkan dua tim terbaik berikutnya melanjutkan perjuangan ke putaran keempat.
Piala Asia 2032 dan Turnamen Percontohan 2028-2029
Nations League yang terhubung dengan kualifikasi Piala Asia akan memakai format berbeda. Edisi pertamanya direncanakan berlangsung pada 2030, dengan setiap negara memainkan tiga pertandingan kandang dan tiga pertandingan tandang. Rencana tersebut juga mencakup perubahan jadwal Piala Asia dari 2031 menjadi 2032.
Dalam skema kualifikasi Piala Asia, seluruh negara yang berada di kasta pertama dan enam tim dengan peringkat tertinggi di kasta kedua akan lolos ke putaran final. Dengan demikian, posisi dalam klasemen Nations League menjadi faktor penting untuk menentukan peluang tampil di turnamen utama Asia tersebut.
Terlepas dari kaitannya dengan kualifikasi Piala Dunia atau Piala Asia, delapan tim teratas di kasta pertama pada setiap edisi Nations League akan melaju ke fase gugur untuk memperebutkan gelar juara. Babak perempat final digelar dengan sistem kandang dan tandang, sedangkan semifinal serta final berlangsung di satu lokasi terpusat.
Sebelum format resmi diterapkan, AFC mengusulkan turnamen percontohan atau pilot Nations League pada 2028-2029. Kompetisi ini akan menjadi tahap persiapan untuk menentukan komposisi peserta dan menguji sistem yang dirancang sebelum edisi perdana pada 2030.
Pembagian kasta dalam turnamen percontohan tidak akan menggunakan peringkat FIFA. Sebagai gantinya, hasil kualifikasi gabungan sebelumnya akan menjadi dasar penentuan tingkatan. Cara tersebut ditujukan untuk menciptakan akses yang dinilai lebih merata bagi negara-negara peserta ketika format resmi mulai diterapkan.
Dalam turnamen percontohan, format kualifikasi Piala Dunia yang berlaku saat ini tetap dipertahankan, yakni tiga grup berisi enam tim di kasta pertama. Dua tim teratas dari masing-masing grup akan mendapatkan tiket ke Piala Dunia 2030.
Empat tim terbaik berikutnya akan mengikuti playoff dengan format yang meniru rancangan akhir AFC. Dua pemenang teratas dari fase tersebut akan lolos ke Piala Dunia, sedangkan tim peringkat ketiga memperoleh kesempatan tampil di playoff antarkonfederasi.
Sistem promosi-degradasi dan playoff juga akan diterapkan dalam turnamen percontohan. Hasilnya akan membantu AFC menentukan negara-negara yang menempati tiga kasta pada edisi perdana Nations League Asia 2030.
Bagi Timnas Indonesia, perubahan tersebut membuat perkembangan format kompetisi AFC menjadi penting untuk dicermati. Namun, peluang Garuda menembus Piala Dunia dan Piala Asia nantinya tetap bergantung pada regulasi final, posisi Indonesia dalam pembagian kasta, serta hasil pertandingan di jalur kualifikasi yang ditetapkan AFC.










