KTT D-8 Digelar di Jakarta, Indonesia Fokus Siapkan Agenda Substantif

KTT D-8 Digelar di Jakarta, Indonesia Fokus Siapkan Agenda Substantif

Nasional | sindonews | Kamis, 5 Februari 2026 - 09:45
share

Pemerintah tengah mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) yang akan digelar di Jakarta. Menurut Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, fokus utama persiapan diarahkan pada penyusunan substansi agar pertemuan menghasilkan kesepakatan yang konkret dan dapat diimplementasikan.

"Kita sedang menyusun substansinya. Intinya adalah bagaimana menjadikan KTT kali ini sebagai satu yang sifatnya konkret, kemudian ada hasil-hasil yang nyata," kata Sugiono kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Sugiono menjelaskan, salah satu hasil konkret yang ingin dicapai Indonesia adalah penguatan kerja sama ekonomi antarnegara anggota. Ia menyebut kolaborasi ini berpotensi memperbesar kekuatan ekonomi bersama.

Baca Juga: Menlu Sugiono Ungkap Iuran Board of Peace Dimulai Tahun Ini, Bisa Diangsur

"Kalau kemarin kita ingin bahwa hasil konkret dan nyata itu terwujud dalam satu kerja sama ekonomi yang lebih kuat. Karena masing-masing negara anggota ini punya kekuatan ekonomi masing-masing. Dan kalau misalnya dipadukan itu justru merupakan satu kekuatan yang besar," ujarnya.Jadi, lanjut Sugiono, secara garis besar hal itu yang ingin didapatkan. "Dan ini sedang dibicarakan substansi-substansi yang sifatnya lebih detail."

Selain substansi, pihaknya juga menyiapkan aspek teknis penyelenggaraan seperti lokasi KTT. Sugiono memastikan Jakarta akan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin negara anggota D-8. "Venuenya nanti rencananya di Jakarta. Kita cari tempat yang representatif," ucapnya.

Diketahui, Indonesia menjadi Ketua Developing-8 (D-8) Organization for Economic Cooperation mulai 1 Januari 2026, untuk periode 2026–2027. Serah terima resmi keketuaan akan dilakukan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-12, yang akan diselenggarakan di Jakarta pada April 2026.

D-8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara-negara berkembang yang terdiri dari Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Türkiye.

Organisasi ini mewakili sekitar 1,3 miliar penduduk dunia, memiliki total Produk Domestik Bruto kolektif sekitar 5,1 triliun dolar AS, serta mencatat perdagangan intra-D-8 sebesar kurang lebih 157 miliar dolar AS.

Dengan komposisi geografis yang luas mencakup Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, dan Afrika, D-8 menempati posisi yang semakin strategis sebagai blok ekonomi penyeimbang dan motor penggerak kerja sama ekonomi Selatan–Selatan.

Topik Menarik