Kemenag Terbitkan Panduan Takbiran di Bali Jika Berbarengan dengan Hari Raya Nyepi

Kemenag Terbitkan Panduan Takbiran di Bali Jika Berbarengan dengan Hari Raya Nyepi

Nasional | sindonews | Senin, 9 Maret 2026 - 09:06
share

Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan panduan pelaksanaan takbiran Idulfitri 1447 H apabila berbarengan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi. Umat Muslim tetap diperbolehkan untuk melaksanakan takbiran dengan beberapa ketentuan.

Adapun panduan ini tertuang dalam Seruan Bersama yang ditandatangani oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

"Sejak awal kami telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta para tokoh agama di Bali. Prinsipnya, jika memang waktunya bersamaan, kedua perayaan ini tetap dapat dijalankan dengan saling menghormati dan penuh pengertian," Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, Senin (9/3/2026).

Baca juga: Prabowo Maknai Hari Raya Nyepi sebagai Momen Refleksi dan Kedamaian Bangsa

Dua panduan itu di antaranya:1. Umat Islam diperkenankan melaksanakan Takbiran di Masjid atau Mushola terdekat dengan berjalan kaki, tanpa penggunaan pengeras suara, tanpa menyalakan petasan/mercon atau bunyi-bunyian lainnya, serta menggunakan penerangan secukupnya, mulai pukul 18.00 WITA sampai dengan pukul 21.00 WITA.

2. Pengamanan dan ketertiban pelaksanaan Takbiran menjadi tanggung jawab masing-masing pengurus Masjid atau Mushola, dengan tetap berkoordinasi dengan aparat keamanan setempat.

Lihat video: Jelang Hari Raya Nyepi, Umat Hindu di Jombang Gelar Pawai Ogoh-Ogoh

Al Asyhar menegaskan panduan ini hanya akan berlaku di Provinsi Bali. Panduan ini juga berlaku apabila malam takbiran jatuh bersamaan dengan Hari Raya Nyepi.

"Panduan ini hanya untuk Bali dan jika malam takbiran bersamaan dengan Hari Raya Nyepi. Sekira ada yang membuat konten media sosial dengan framing bahwa panduan ini untuk semua daerah, itu tidak benar," sambungnya.

Topik Menarik