Roy Suryo Pastikan Tak Bakal Ikuti Jejak Rismon Sianipar di Kasus Ijazah Jokowi
Pakar Telematika Roy Suryo memastikan tak akan mengikuti jejak Rismon Sianipar dalam kasus ijazah mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk mengajukan Restorative Justice (RJ).
"Apakah mungkin saya mengajukan RJ atau tidak, insyaallah 99,9 saya tidak akan meminta RJ, itu clear," ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Baca juga: Rismon Sianipar Minta Maaf ke Jokowi dan Gibran, Ini Alasannya
Dia sudah berkomunikasi dengan dokter Tifa, Jumat (13/3/2026) dan Tifa sepakat dengannya sehingga Roy Suryo menggelar konferensi pers. "Kita bersama tetap menegakkan dan men-chalenge ijazah Jokowi yang 99,9 palsu tadi. Saya ada di Solo menjadi ahli di Sidang CLS bersama Rismon, itu di bawah sumpah, dia masih mengatakan tak ada bedanya dengan apa yang dilakukan selama ini," ungkapnya.
"Bagi seorang peneliti itu benar kalau dikatakan, apakah peneliti itu bisa berubah 180 derajat? Tidak mungkin, harus ada risalahnya. Kemudian yang namanya rotasi, ada sisi lain, katakan itu hanya menggugurkan satu hal kalau dia mau menggugurkan soal ijazah, tapi tidak akan menggugurkan penelitian kami," sambung Roy.Menurut dia, sikap Rismon yang berbalik arah dianggap tak lantas menggugurkan persoalan ijazah Jokowi secara keseluruhan. Namun, dia tetap mendoakan Rismon mendapatkan hidayah atas perbuatannya itu. "Jadi kalau dia menyambangi Wapres Gibran Rakabuming Raka dan betul mendapatkan parsel gede banget, saya di bulan suci Ramadan ini hanya bisa mengatakan moga-moga Rismon Sianipar mendapatkan hidayah Kita tetap doakan yang terbaik untuk dia yang mungkin lagi gak jelas, lagi tersesat," ungkapnya.
Mengenai permintaan RJ, dia tak yakin bakal diterima begitu saja. Sebab, berdasarkan informasi, untuk mendapatkan RJ, Rismon harus menerbitkan buku baru.
"Saya dengar terakhir dia mendapatkan syarat untuk mendapatkan RJ, belum tentu diterima RJ-nya, artinya selain harus mencabut, menerbitkan buku baru, itu tidak mudah," katanya.








