Dian Wirengjurit Sebut Serangan ke Iran Cara Trump Alihkan Isu Epstein Files
Serangan Amerika Serikat ke Iran disebut sebagai upaya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mengalihkan isu yang melibatkan dirinya. Skandal yang ada dalam Epstein Files itu mengungkap sejumlah nama tersohor, termasuk Trump.
Duta Besar RI untuk Iran 2012-2016 Dian Wirengjurit menilai, serangan AS itu adalah muslihat Trump untuk menutup-nutupi kasusnya yang sudah menjadi pembahasan di Kongres. "Sangat betul. Persis sekali bahwa jelas ini (serangan AS ke Iran) adalah pengalihan isu. Isu dalam negerinya Trump itu banyak, ya," jelasnya saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn, dikutip Kamis, 18 Maret 2026.
Dian menjelaskan, Trump juga tengah menghadapi badai politik dalam negeri, termasuk masalah pengusiran imigran. Belum lagi, kata Dian, konsumsi anggaran AS yang makin boncos setelah Trump menyerang Iran. Per pekan ini, perang AS-Iran memasuki minggu ketiga. Anggaran AS lagi porak-poranda.
Baca Juga: Awas! Perang AS-Iran Bisa Bikin Harga Tiket Pesawat Melejit
"Perang satu hari berapa juta dolar. Kalau mau jujur, kita singgung, drone Iran yang murah, dilawan sama rudal yang mahal. Biarin aja, nanti habis sendiri (anggarannya)," ujarnya.
Benahi Masalah Dalam Negeri
Dian juga sangsi Presiden Prabowo Subianto berhasil menjadi mediator konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Menurutnya, untuk menjadi penengah harus netral. "Kita menyelesaikan konflik Iran dengan Saudi Arabia yang sama-sama negara muslim aja nggak sanggup. Kok mau gagah-gagahan menyelesaikan konflik Iran sama Yahudi, sama Israel. Omong kosong, itu," ujarnya.Dian mengatakan, tidak ada negara yang meminta agar Indonesia menjadi penengah AS-Israel dengan Iran. Sementara, negara di Timur Tengah lain seperti Turki atau Mesir sudah berperan mendamaikan karena punya hubungan baik dengan Israel, AS, maupun Iran. "Percaya deh, nggak usah memaksakan diri. Lebih baik benahi masalah dalam negeri saja, nggak usah jauh-jauh."
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terciptanya perdamaian di kawasan Timur Tengah, termasuk membuka peluang dialog dengan pihak-pihak yang berkonflik. Komitmen tersebut disampaikan dalam acara silaturahmi Presiden Prabowo bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang digelar di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.









