Razman Ungkap Rismon Merasa Dipolitisasi Roy Suryo terkait Kasus Ijazah Jokowi

Razman Ungkap Rismon Merasa Dipolitisasi Roy Suryo terkait Kasus Ijazah Jokowi

Nasional | sindonews | Minggu, 5 April 2026 - 08:06
share

Ketua Umum Kami Jokowi-Gibran, Razman Nasution mengungkap tersangka tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Rismon Sianipar merasa dipolitisasi hingga dieksploitasi oleh Roy Suryo. Diketahui, Roy dan dokter Tifa juga menjadi tersangka ijazah Jokowi.

"Dia (Rismon) merasa dipolitisasi terutama oleh Roy Suryo. Ini bahasa dia ke saya. Dia merasa saya bukan hanya dipolitisasi, tapi dieksploitasi juga," ujar Razman dalam program Interupsi iNews, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Rismon Akui Ijazah Jokowi Asli, Roy Suryo: Ada Surat Perintah 11 Maret 2026

Razman lantas menceritakan pembuatan buku Jokowi's White Paper yang ditulis Rismon, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa ternyata menunjukkan eksploitasi ini. Kepada Razman, Rismon mengaku bahwa buku itu ditulisnya sebanyak 480 halaman berbanding terbalik dengan Roy Suryo yang hanya menulis 49 halaman.

"Kenapa? Bayangkan dalam buku Jokowi's White Paper itu yang buat 480 halaman saya (Rismon), mas Roy itu hanya 50 halaman, itu pun hanya chat WA, 49 halaman itu via chat WA," ungkapnya.Dia juga menyebut Rismon menduga ada orang lain untuk menggerakkan isu ijazah palsu Jokowi. Namun, Rismon hingga saat ini tidak menyinggung nama siapa pun. "Dia memang menduga ada orang di balik ini, dia nggak mau sebut nama," katanya.

Kemudian, Razman mengaku mendapatkan informasi dugaan aliran dana Rp50 miliar agar isu ijazah Jokowi terus bergulir. Dia menyebut dana itu diperoleh dari dua bohir.

"Nah, informasi yang kami terima sebenarnya ada aliran dana yang Rp50 miliar oleh yang katanya yang tanda kutip 2 bohir," ujar Razman.

Dia menduga ada keterlibatan seseorang yang merupakan mantan pejabat di Indonesia. Pejabat ini juga terlibat mendesain munculnya seorang pengacara berinisial AK.

"Sampailah ke seseorang dan orang itu mantan pejabat juga di negara ini dan orang itulah yang mengkondisikan pengacaranya," ucapnya.

"Bahkan, termasuk keberadaan pengacara berinisial AK, jadi ada yang mendesain ini sebetulnya," tambahnya.

Topik Menarik