Sering Dijadikan Bekal, Mi Instan dan Nasi Berbahaya untuk Anak! Ini Penjelasan Dokter
Mi instan sebagai lauk sudah menjad hal lumrah di Indonesia. Bahkan orang tua tak jarang membekali anaknya ke sekolah dengan nasi plus mi instan. Harga yang lebih ekonomis dan porsi yang cukup banyak menjadi satu point utama mengapa mie dan nasi menjadi opsi bekal anak.
Namun, ternyata dua makanan tersebut sangat tidak dianjurkan untuk dikonsumsi terlalu sering oleh anak. Dokter instalasi gawat darurat, dr. Gia Pratama dalam unggahan video di akun instagram Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alasan berbahayanya mi instan ditambah nasi bagi anak.
“Enggak sehat sama sekali, tubuh anak-anak yang lagi tumbuh kembang tidak berhak dan tidak pantas hanya diberikan ini (mi instan ditambah nasi),” kata dr. Gia dikutip Minggu (19/6/2026).
Baca Juga : Kenapa Bumbu Mi Instan Tidak Boleh Dimasak? Ini Jawabannya
Menurutnya, masih banyak opsi bekal makanan lainnya yang lebih baik dan mencukupi nutrisi anak seperti telur rebus dan buah-buahan. “Masih banyak opsi lain yang jauh lebih berkualitas dan bernutrisi buat tumbuh kembangnya,” ucap dia.dr. Gia menjelaskan bahwa kandungan natrium dalam mie instan meski hanya satu bungkus sudah cukup tinggi hingga mencapai 1140 mg. Angka tersebut sudah lebih dari setengah batas konsumsi garam harian di angka 2000 mg.
“Bahaya, jangan, satu bungkus aja garamnya sudah bayak sekali natriumnya,” jelas dr. Gia.
Baca Juga : 7 Alasan Tidak Boleh Makan Mi Instan Setiap Hari, Tingkatkan Risiko Darah TinggiJika kandungan garam terlalu banyak masuk ke dalam tubuh namun sudah dikeluarkan maka akan menyebabkan tekanan darah meningkat (darah tinggi). Maka dari itu mi instan sangat tidak direkomendasikan, jangankan bagi anak-anak bahkan bagi orang dewasa saja tidak direkomendasikan untuk dikonsumsi berlebihan.
“Nah nanti bahayanya itu garam tidak mau keluar dari pembuluh darah tekanan darah naik,” pungkas dia.








