Iran Siap Perang Lagi Melawan AS-Israel: Kami Akan Tunjukkan 'Kartu Baru' di Medan Perang!
Iran tak gentar untuk berperang lagi melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel menjelang berakhirnya gencatan senjata dua minggu. Negosiator utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan negaranya akan menunjukkan "kartu baru" di medan perang.
Gencatan senjata akan berakhir pada Rabu (22/4/2026). Saat ini, AS mengajak Iran untuk berunding lagi di Islamabad, Pakistan, namun republik Islam memberi isyarat akan memboikot perundingan tersebut karena militer Washington memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran di Selat Hormuz.
Baca Juga: Iran Isi Ulang Peluncur Rudal Lebih Cepat, Siaga Perang Lagi Melawan AS-Israel
“Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir kami telah bersiap untuk menunjukkan kartu baru di medan perang,” tulis Ghalibaf, yang juga Ketua Parlemen Iran, di X tanpa menjelaskan detail apa yang dimaksud dengan "kartu baru" tersebut.
Para pejabat Iran mengatakan bahwa mereka belum mengambil keputusan mengenai partisipasi dalam perundingan damai dengan AS di Pakistan, tetapi sedang "mempertimbangkan secara positif" masalah tersebut."Kami tidak memiliki rencana untuk putaran negosiasi berikutnya, dan belum ada keputusan yang diambil dalam hal ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Wakil Presiden JD Vance dan anggota delegasi AS lainnya sedang dalam perjalanan ke ibu kota Pakistan, Islamabad.
Setelah perundingan awal di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan awal bulan ini, kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.
"AS melakukan tindakan yang sama sekali tidak menunjukkan keseriusan dalam mengejar proses diplomatik," ujar Bagheri, menyebut blokade AS yang sedang berlangsung terhadap pelabuhan Iran dan penyitaan kapal baru-baru ini sebagai pelanggaran nyata terhadap gencatan senjata.
Trump juga menuduh Teheran melanggar gencatan senjata—yang akan berakhir Selasa malam—dengan menembaki kapal-kapal di jalur perdagangan Selat Hormuz yang sangat penting, yang hampir sepenuhnya ditutup oleh Iran.
Tuduhan tersebut telah menimbulkan keraguan baru terhadap upaya untuk mengakhiri perang yang dimulai dengan serangan AS-Israel terhadap Iran pada pagi hari tanggal 28 Februari, yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.Menjelang perundingan baru di Islamabad, Trump mengeklaim bahwa AS telah memenangkan perang.
"Saya memenangkan Perang, DENGAN TELAK YANG BESAR, semuanya berjalan sangat baik, Militer kita luar biasa. Musuh bingung, karena mereka mendapatkan 'laporan' Media yang sama, namun mereka menyadari Angkatan Laut mereka telah sepenuhnya hancur, Angkatan Udara mereka telah beralih ke landasan pacu yang lebih gelap, mereka tidak memiliki Peralatan Anti Rudal atau Anti Pesawat, para pemimpin mereka sebelumnya sebagian besar telah tiada (Ini, di samping semua hal lainnya, adalah Perubahan Rezim!), dan mungkin, yang terpenting dari semuanya, BLOKADE, yang tidak akan kita cabut sampai ada 'KESEPAKATAN', benar-benar menghancurkan Iran," tulis Trump di Truth Social.
Siapa Gholamreza Soleimani? Komandan Pasukan Basij Iran yang Merintis Karier dari Sukarelawan
"Mereka kehilangan 500 Juta Dolar per hari, angka yang tidak berkelanjutan, bahkan dalam jangka pendek. Media Berita Palsu Anti-Amerika mendukung Iran untuk menang, tetapi itu tidak akan terjadi, karena saya yang berkuasa! Sama seperti orang-orang yang tidak patriotik ini menggunakan setiap tetes kekuatan terbatas mereka untuk melawan saya dalam Pemilu, mereka terus melakukannya dengan Iran. Hasilnya akan sama—Itu sudah terjadi!" imbuh Trump.










