Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur

Dhoho International Airport Jadi Gerbang Baru Wisata Selatan Jawa Timur

Nasional | sindonews | Jum'at, 12 Juni 2026 - 09:58
share

Garis pantai selatan Jawa Timur selama ini menyimpan banyak lanskap yang belum banyak dijamah wisatawan. Tebing karang, ombak Samudera Hindia, hamparan pasir putih, hingga pantai-pantai tersembunyi menjadi daya tarik yang membuat kawasan selatan memiliki pengalaman wisata yang berbeda dibanding destinasi populer lainnya.

Salah satu wilayah yang mulai banyak dilirik adalah Trenggalek. Kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur ini memiliki deretan pantai dengan karakter yang beragam, mulai dari Pantai Prigi, Pantai Mutiara, hingga Pantai Pelang yang memadukan panorama laut dengan air terjun alami di sekitarnya.

Baca juga: Bandara Internasional Dhoho Jadikan Kediri Pintu Gerbang Perjalanan ke Tanah Suci

Jika sebelumnya wisatawan dari area Jabodetabek harus menempuh perjalanan darat selama 12 jam untuk menikmati keindahan pantai selatan Jawa Timur, sekarang tak perlu khawatir lagi. Kehadiran Dhoho International Airport di Kediri membuka akses baru yang lebih praktis menuju berbagai destinasi di kawasan Selingkar Wilis dan pesisir selatan Jawa Timur.

Dengan waktu tempuh penerbangan sekitar 1,5 jam, wisatawan kini sudah dapat tiba di Kediri dan melanjutkan perjalanan darat menuju berbagai destinasi wisata di kawasan selatan Jawa Timur. Perjalanan ini juga semakin didukung dengan berkembangnya Jalur Lintas Selatan (JLS) yang perlahan memperkuat konektivitas antarwilayah pesisir selatan. Untuk semakin memudahkan wisatawan menuju Trenggalek, tersedia layanan shuttle gratis yang menghubungkan Bandar Udara Internasional Dhoho menuju pusat Kota Trenggalek. Layanan menggunakan armada Hiace ini beroperasi setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu, dengan titik akhir di kawasan Pasar Pon Trenggalek.

Layanan ini dapat dinikmati secara gratis oleh penumpang maskapai Super Air Jet. Cukup dengan menunjukkan tiket atau boarding pass penerbangan, wisatawan sudah dapat memanfaatkan fasilitas transportasi tersebut tanpa biaya tambahan.

Inisiatif dukungan layanan ini datang langsung dari Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin. Kemudahan akses menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi daerah.

"Konsepnya begini, kalau daerah yang paling jauh dari bandara itu tidak ter-develop baik jaringan transportasinya maupun destinasinya maka memungkinkan Bandara Internasional Dhoho tidak akan ramai," ujar Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini dikutip Jumat (12/6/2026).

Pemerintah Kabupaten Trenggalek melihat keberadaan Bandara Dhoho sebagai peluang besar untuk membuka akses wisatawan dari berbagai kota di Indonesia menuju kawasan selatan Jawa Timur. Bagi wisatawan yang memiliki tujuan di luar koridor shuttle atau membutuhkan fleksibilitas perjalanan yang lebih tinggi, tersedia pula berbagai pilihan transportasi lanjutan dari area bandara maupun Kota Kediri. Selain layanan transportasi daring, sejumlah operator transportasi lokal juga melayani perjalanan menuju berbagai kota di kawasan Mataraman dan selatan Jawa Timur.

Dari Kediri menuju Tulungagung, hingga Trenggalek, pengunjung bisa mengunjungi Pantai Gemah, Pantai Prigi, Pantai Karanggongso, Pantai Mutiara, hingga Pantai Damas. Suguhan panorama perjalanan yang menarik di sepanjang pesisir selatan menjadi kelebihan yang dijual dari jalur ini.

“Biasanya kalau mau ke Trenggalek harus turun dulu di kota lain lanjut perjalanan darat lagi cukup lama. Sekarang rasanya lebih simpel karena sudah ada penerbangan ke Kediri dan lanjut shuttle,” ujar Nadia (29), wisatawan asal Jakarta yang baru pertama kali berkunjung ke Trenggalek melalui jalur udara.

Kehadiran konektivitas baru ini dinilai menjadi peluang besar bagi pertumbuhan sektor pariwisata di kawasan selatan Jawa Timur, khususnya Trenggalek dan Tulungagung yang selama ini dikenal memiliki banyak potensi wisata alam namun aksesnya relatif terbatas.

Hadirnya Dhoho International Airport juga memperkuat posisi Kediri sebagai salah satu titik konektivitas baru di Jawa Timur. Setelah akses penerbangan lebih terkonsentrasi di wilayah timur dan utara Jawa Timur, kini kawasan barat dan selatan mulai memiliki akses yang lebih terhubung.

Topik Menarik