Bandung Jewellery Fair 2026 Dorong Industri Perhiasan Nasional
Bandung Jewellery Fair (BJF) 2026 kembali digelar sebagai ajang promosi dan pengembangan industri perhiasan nasional. Pameran yang berlangsung pada 11–14 Juni 2026 ini menjadi satu-satunya pameran perhiasan berskala besar di Jawa Barat yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai sektor, mulai dari produsen perhiasan, distributor, toko perhiasan, penyedia mesin dan teknologi industri, hingga desainer dan pengrajin.
Ketua Penyelenggara Bandung Jewellery Fair 2026 Iskandar Husin mengatakan, pameran ini tidak hanya menjadi sarana transaksi bisnis, tetapi juga momentum memperkuat industri perhiasan nasional yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja.
“Industri perhiasan merupakan industri padat karya yang mampu menciptakan banyak lapangan pekerjaan. Melalui pameran ini kami ingin membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pengrajin perhiasan,” ujarnya di sela pembukaan pameran, Kamis (11/6/2026).
Bandung Jewellery Fair 2026 diikuti lebih dari 80 peserta yang terdiri atas perusahaan perhiasan, penyedia mesin dan perangkat industri, serta pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Beragam koleksi perhiasan ditampilkan, mulai dari desain modern hingga karya yang mengangkat kekayaan budaya dan etnik Indonesia.
Menurut Iskandar, kondisi harga emas global yang mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir justru dapat menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin menambah koleksi maupun berinvestasi dalam jangka panjang.Dia menjelaskan pergerakan harga emas saat ini dipengaruhi berbagai faktor global, termasuk ketidakpastian geopolitik, kondisi geoekonomi, tingkat inflasi, serta kebijakan suku bunga bank sentral di sejumlah negara.
“Memang ada tekanan yang membuat harga emas turun, tetapi di sisi lain permintaan masih cukup kuat. Beberapa bank sentral dunia masih melakukan pembelian emas. Dalam jangka panjang, prospek emas masih dinilai positif,” katanya.
Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Jeffrey Thumewa berharap pemerintah terus memberikan dukungan kepada industri perhiasan agar tetap tumbuh di tengah tantangan ekonomi global.
Keberlangsungan industri perhiasan sangat penting karena sektor ini melibatkan banyak pelaku usaha, termasuk UMKM yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri. “Kami berharap dukungan pemerintah terus berlanjut sehingga industri perhiasan nasional dapat berkembang dan semakin berdaya saing,” ujarnya.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Bandung Jewellery Fair yang dinilai mampu menjadi wadah promosi sekaligus edukasi bagi masyarakat.Dia menilai industri perhiasan memiliki keunikan tersendiri karena selain berfungsi sebagai produk fesyen, perhiasan juga dipandang sebagai instrumen penyimpanan nilai oleh masyarakat Indonesia.
“Secara budaya, masyarakat Indonesia memiliki kedekatan dengan emas dan perhiasan. Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis, perhiasan masih menjadi salah satu pilihan masyarakat karena memiliki nilai ekonomi dan nilai investasi,” katanya.
Dia juga mengapresiasi inovasi yang dilakukan pelaku industri dalam menghadirkan produk dengan kadar emas yang lebih beragam sehingga dapat menjangkau berbagai segmen konsumen.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi strategi penting agar industri tetap produktif, menjaga keberlangsungan usaha, sekaligus mempertahankan penyerapan tenaga kerja.
Bandung Jewellery Fair 2026 merupakan bagian dari rangkaian Indonesia Jewellery Fair yang bertujuan memperkuat ekosistem industri perhiasan nasional. Setelah penyelenggaraan di Bandung, agenda berikutnya akan dilanjutkan melalui Surabaya International Jewellery Fair 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel Surabaya.










