Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman

Polda Metro Jaya Larang Massa Demo Mahasiwa Masuk Jalur VIP Presiden Jerman

Berita Utama | sindonews | Senin, 15 Juni 2026 - 12:11
share

Polda Metro Jaya menggelar apel pengamanan aksi demo mahasiswa di Gedung DPR, Jakarta, Senin (15/6/2026). Kapolda Metro Jaya pun menyampaikan jajarannya agar massa aksi tidak meluas ke jalur VIP kedatangan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier.

"Hari ini bersama tugas pelayanan unjuk rasa, Jakarta menerima kunjungan dari Presiden Jerman. Jalur lalu lintas, jalur lintasan melintas dari Halim, Sudirman, Gatot Subroto, Gerbang Pemuda, Asia Afrika hingga kawasan TVRI, sepanjang jalur tersebut harus dipastikan steril, aman, dan terkendali,” ujar Dir Pamobvit Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Joko Sulistio saat membacakan amanat Kapolda Metro Jaya, Senin (15/6/2026).

“Tidak boleh ada massa aksi meluas atau bergeser ke jalur lintasan VIP, kawasan TVRI menjadi atensi khusus karena bersinggungan langsung titik rawan pergerakan massa," sambungnya.

Baca juga: Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim

Dalam apel tersebut, Kombes Joko menyampaikan amanat Kapolda Metro Jaya pada jajarannya, pertama meminta jajarannya melaksanakan tugas secara humanis dan terukur. Jangan mudah terpancing emosi, hadapi dengan sabar, tenang dan proporsional serta penegakan hukum adalah langkah terakhir.

Kedua, tidak ada penggunaan senjata api. Propam wajib memastikan dan memvideokan pemeriksaan alat alut alsus seluruh personel sebelum bertugas. Ketuga, satu komando, tidak ada inisiatif sendiri-sendiri, semua tindakan di lapangan harus berdasarkan atas perintah. Penggunaan gas air mata hanya atas perintah Kapolda Metro Jaya.

Keempat, sterilkan area belakang pasukan. Untuk jajaran Bimas, saya minta aktifkan melakukan imbauan menggunakan pengeras suara agar masyarakat yang tidak berkepentingan meninggalkan zona unjuk rasa. Tim Remas dan Tim Raisa melakukan penyisiran dari belakang pasukan dan bergerak maju secara teratur.

Tidak boleh ada massa cair maupun pihak lain yang tidak berkepentingan di belakang barisan. Waspadai potensi keberadaan provokator dan kemungkinan adanya benda berbahaya seperti bom molotov.

Kelima, jaga solidaritas komposisi pasukan. Dalmas, Remas atau Raisa dan Brimob yang sudah tergabung dalam satu set, tidak boleh dipecah dalam situasi pengamanan khusus. Pastikan komposisi setiap tidak berubah mendadak. Selain itu, siapkan kancil lantas di setiap titik simpang bergerak. Untuk pergeseran pasukan, apabila diperlukan.Keenam, pastikan jalur VIP Presiden. Ulangi, yang keenam, pastikan jalur VIP Presiden Jerman steril dan terkendali karena Jakarta juga menerima kunjungan dari Presiden Jerman. Pastikan seluruh personel yang tergelar dan terplotting sesuai rencana pengamanan berada tepat di titiknya, memahami tugas tanggung jawabnya dan wilayah tugasnya. Untuk itu, lantas dan seluruh fungsi terkait pastikan pelayanan aksi dan pengamanan jalur VIP berjalan bersamaan tanpa saling mengganggu.

Ketujuh, pantau, dokumentasi, pantau, dokumentasikan dan laporkan intel agar petakan titik kumpul dan pergerakan masa. Untuk Kasat Intel, wajib melekat dan memantau pergerakan masa sejak keberangkatan hingga kepulangan. Jajaran Reskrim, amankan siapapun yang membawa alat berbahaya sedari awal. Ingat, tetap berkelompok, jangan bergerak sendiri-sendiri.

Delapan, kuatkan sinergi TNI Polri, demi Jakarta yang aman dan kondusif. Pada kesempatan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan TNI Kodam Jaya beserta seluruh batalyon jajaran yang telah hadir dan bersinergi bersama dalam mengamankan ibu kota.

"Kita kembali melaksanakan agenda pengamanan. Untuk itu, agar seluruh pengerahan personel maupun pergerakan pasukan tetap mengacu pada SOP masing-masing satuan serta senantiasa menjaga komunikasi, koordinasi dan solidaritas di lapangan,” tuturnya.

“Kemudian, jaga keselamatan dan antisipasi gangguan lapangan, keselamatan peserta aksi masyarakat sekitar dan rekan-rekan kita harus kita jaga bersama. Untuk antisipasi aksi bakar ban, setiap regu khususnya Sabhara dan Brimob wajib menyiapkan apar yang tidak kedaluarsa dan siap pakai sekaligus alat penarik ban. Pastikan aksi pembakaran ban tidak mengganggu objek vital dan juga tidak membahayakan masyarakat di sekitar lokasi," pungkasnya.

Topik Menarik