Gol Jonathan Tah Dibatalkan, VAR Rampas Mimpi Jerman?

Gol Jonathan Tah Dibatalkan, VAR Rampas Mimpi Jerman?

Olahraga | sindonews | Selasa, 30 Juni 2026 - 08:56
share

Jerman harus menelan salah satu kekalahan paling menyakitkan dalam sejarah Piala Dunia setelah secara mengejutkan disingkirkan Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Kekalahan itu tak lepas dari keputusan kontroversial VAR yang menganulir gol Jonathan Tah sebelum Der Panzer akhirnya kalah 3-4 dalam adu penalti.

Bertanding di Stadion Gillette, Selasa (30/6/2026), Paraguay lebih dulu memimpin melalui Julio Enciso. Jerman kemudian menyamakan kedudukan lewat Kai Havertz sehingga skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

Drama terjadi pada extra time ketika Jonathan Tah sukses menyundul bola ke gawang Paraguay dan sempat membawa Jerman unggul 2-1. Namun, kegembiraan kubu Der Panzer hanya berlangsung sesaat.

Baca Juga: Menit ke-95! Martinelli Tulis Rekor Baru Piala Dunia

Tim Video Assistant Referee (VAR) meminta wasit asal Maroko, Jalal Jayed, untuk meninjau kembali proses terjadinya gol. Setelah melihat tayangan ulang di monitor pinggir lapangan, sang wasit memutuskan membatalkan gol tersebut.

Keputusan itu diambil karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill, sebelum Tah menyundul bola ke gawang. Keputusan tersebut langsung memicu protes keras dari kubu Jerman dan menuai perdebatan di kalangan pengamat sepak bola.

Mantan kapten Inggris, Alan Shearer, yang bertugas sebagai komentator BBC, menilai kontak yang terjadi terlalu ringan untuk dianggap sebagai pelanggaran. "Saya sama sekali tidak setuju dengan keputusan itu. Itu pelanggaran yang sangat, sangat ringan," kata Shearer dikutip dari NDTV.

Baca Juga: Rekam Jejak Paraguay, Spesialis Adu Penalti yang Pulangkan Jerman di Piala Dunia 2026

Menurutnya, kontak fisik seperti itu merupakan hal yang wajar dalam situasi bola mati. "Memang ada kontak, tetapi ini adalah olahraga yang mengandalkan kontak fisik. Ada banyak pemain di dalam kotak penalti dan kiper terlalu mudah terjatuh. Bagi saya, itu bukan pelanggaran."Pandangan serupa juga disampaikan mantan asisten wasit final Piala Dunia, Darren Cann. Meski mengakui keputusan tersebut masih bisa dibenarkan berdasarkan interpretasi aturan, ia menilai insiden itu sangat minim kontak.

"Itu keputusan yang lunak. Saya tidak akan terkejut jika gol dibatalkan karena menyangkut perlindungan terhadap kiper, tetapi kontaknya hampir tidak ada," ujar Cann.

Setelah gol Tah dianulir, pertandingan tetap berakhir imbang 1-1 hingga babak tambahan usai dan pemenang harus ditentukan melalui adu penalti. Meski dikenal sebagai salah satu tim dengan rekor adu penalti terbaik di Piala Dunia, Jerman justru tampil di bawah tekanan.

Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor. Paraguay juga sempat membuang dua kesempatan, tetapi La Albirroja akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 4-3 dalam adu penalti.

Hasil tersebut memastikan Paraguay melaju ke babak 16 besar sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026. Sementara Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat dengan meninggalkan kontroversi VAR yang masih menjadi perdebatan.

Topik Menarik