Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
Sekitar 150 orang yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda Metro Jaya dan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2026). Massa mendukung aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi menyusul ditemukannya uang ratusan miliar dan 74 kg emas dalam proses penggeledahan di beberapa lokasi.
Aksi diawali di depan Polda Metro Jaya sebelum massa bergerak menuju Gedung KPK. Sepanjang unjuk rasa, demonstran membawa puluhan poster dan spanduk berisi kritik terhadap dugaan praktik korupsi serta seruan agar aparat penegak hukum tetap independen dalam menjalankan proses hukum.
Selain itu, massa juga menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando sambil menyerukan dukungan kepada Polri dan KPK untuk mengusut tuntas dugaan korupsi.
Koordinator lapangan aksi, Amri, mengatakan masyarakat menginginkan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan bebas dari segala bentuk tekanan.
Dramatis Penangkapan DPO Curas sejak 2014 di Lampung Timur, Pelaku Dicegat di Tengah Jalan
"Kami mendukung Polri dan KPK untuk membongkar dugaan tindak pidana korupsi sampai ke akar-akarnya. Jangan ada intervensi terhadap aparat penegak hukum yang sedang bekerja," ujar Amri dalam orasinya.Menurutnya, apabila terdapat dugaan tindak pidana, maka seluruh proses harus diserahkan kepada mekanisme hukum yang berlaku tanpa perlakuan khusus kepada siapa pun. "Kami ingin hukum berlaku sama bagi seluruh warga negara. Tidak boleh ada pihak yang kebal hukum," katanya.
Tak hanya menyoroti isu penegakan hukum, massa juga mengaitkan dugaan korupsi dengan kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai masih berat. Mereka menilai praktik korupsi semakin melukai rasa keadilan publik ketika banyak warga tengah menghadapi tekanan ekonomi.
"Kondisi rakyat sedang sulit. Banyak yang harus menjual aset untuk bertahan hidup. Karena itu, kami meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas setiap dugaan korupsi yang merugikan negara dan rakyat," ujar Amri.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian dan berjalan tertib. Hingga unjuk rasa berakhir, massa menegaskan akan terus mengawal proses penegakan hukum serta meminta Polri dan KPK tetap bekerja secara profesional, independen, dan bebas dari tekanan pihak mana pun.










