Pembunuh Anak Politisi PKS Cilegon Ditangkap, Polisi: Pelaku Spesialis Curat Rumah Mewah

Pembunuh Anak Politisi PKS Cilegon Ditangkap, Polisi: Pelaku Spesialis Curat Rumah Mewah

Terkini | okezone | Sabtu, 3 Januari 2026 - 21:48
share

CILEGON – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menangkap seorang pria yang diduga menjadi pelaku utama pembunuhan bocah berinisial MA (9), anak dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Maman Suherman. Pelaku diduga merupakan pencuri spesialis rumah mewah.

"Polda Banten telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku atau eksekutor dalam kasus pembunuhan anak MA usia 9 tahun di Perumahan BBS 3 Kota Cilegon,” ujar Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki saat meninjau kondisi banjir di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Sabtu (3/1/2026).

Menurut Hengki, pelaku diduga merupakan spesialis pencurian dengan pemberatan (curat) yang kerap menyasar rumah-rumah mewah. Penangkapan dilakukan pada Jumat (2/1) malam setelah polisi menerima laporan kasus pencurian di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri.

Korban MA diketahui merupakan warga Kompleks Bukit Baja Sejahtera (BBS) 3, Kelurahan Ciwaduk, Kota Cilegon. Pelaku ditangkap di lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus.

Hengki menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi Kapolsek Cilegon Kota Kompol Firman Hamid. Saat itu, anggota piket Polsek Cilegon Kota bersama BKO Brimob menerima laporan adanya pencurian di rumah mantan anggota DPRD tersebut.

 

Aksi pencurian itu sempat diketahui oleh asisten rumah tangga (ART) pemilik rumah. Karena panik, ART berusaha melarikan diri dan sempat dikejar oleh pelaku. ART kemudian berhasil keluar rumah melalui samping bangunan dengan bantuan warga sekitar.

“Pelaku sempat bersembunyi di bawah mobil, namun akhirnya berhasil ditemukan dan diamankan oleh petugas,” jelas Hengki.

Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Cilegon. Polisi menduga kuat keterlibatan pelaku dalam kasus pembunuhan MA berdasarkan hasil analisis rekaman kamera pengawas (CCTV), termasuk kesesuaian kendaraan yang digunakan saat kejadian.

Polda Banten memastikan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap secara utuh motif dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Topik Menarik