Bapanas Sebut Stok Beras Nasional Tembus 12,5 Juta Ton di 2026
IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok beras nasional berada pada level sangat tinggi di awal tahun 2026.
Total stok beras saat ini mencapai sekitar 12,5 juta ton dan dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan tingginya stok beras tersebut dipengaruhi oleh carry over stok tahun 2025 yang melimpah. Kondisi ini menjadi modal kuat dalam menjaga ketahanan pangan nasional sepanjang 2026.
"Tentu kita patut bersyukur dengan kondisi stok beras secara nasional untuk awal tahun 2026, sangat tinggi dan sangat aman. Ini berkat kerja keras para petani dan dukungan Kementerian Pertanian beserta stakeholder lainnya," kata Ketut, Senin (5/1/2026).
Dari total stok 12,5 juta ton tersebut, sebanyak 3,248 juta ton merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.
Sementara sisanya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan padi, pedagang, hingga sektor horeka (hotel, restoran, dan katering).
Ketut mengungkapkan, stok beras awal 2026 mengalami lonjakan signifikan dalam dua tahun terakhir. Dibandingkan stok awal 2024 yang hanya 4,134 juta ton, terjadi peningkatan hingga 203,05 persen. Sementara dibandingkan stok awal 2025 sebesar 8,402 juta ton, kenaikannya mencapai 49,12 persen.
"Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras," tuturnya.
Keputusan tidak adanya impor beras umum maupun beras bahan baku industri ditetapkan dalam Neraca Komoditas Tahun 2026 yang dibahas di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Dalam forum tersebut, dipastikan tidak ada penetapan kuota impor beras umum.
Selain itu, pemerintah juga meniadakan impor beras bahan baku industri pada 2026. Kebijakan ini diharapkan mendorong pelaku usaha dalam negeri untuk lebih mengoptimalkan bahan baku lokal, seperti beras pecah dan beras ketan pecah, guna mendukung industri nasional.
(kunthi fahmar sandy)










