Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok, BRILink Agen di Banyuasin Ini Permudah Transaksi Masyarakat

Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok, BRILink Agen di Banyuasin Ini Permudah Transaksi Masyarakat

Terkini | idxchannel | Senin, 5 Januari 2026 - 12:20
share

IDXChannel – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus memperluas akses layanan keuangan melalui BRILink Agen di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.

Salah satu agen yang aktif memberikan layanan di pedesaan adalah Toko Shafa yang dikelola oleh Tashadi di Desa Telang Karya, Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Tashadi mulai menjadi BRILink Agen sejak tahun 2019. Keputusannya bergabung dilatarbelakangi kebutuhan masyarakat desa yang sebelumnya harus menempuh perjalanan menyeberangi Sungai Musi untuk mencapai unit BRI terdekat. Jarak tempuh yang cukup jauh serta biaya transportasi yang tinggi menjadi hambatan tersendiri bagi warga.

Dengan keberadaan BRILink Agen, transaksi perbankan kini dapat dilakukan lebih mudah, cepat, dan efisien.

Keberadaan BRILink Agen di Desa Pelangkarya pun mendorong perubahan signifikan dalam pola transaksi masyarakat. Akses terhadap layanan perbankan kini menjadi lebih dekat dan praktis bagi warga desa.

“Tanggapan masyarakat sangat positif, karena dengan adanya BRILink Agen, transaksi keuangan ini tidak perlu jauh sehingga biaya untuk nyebrang dapat diminimalisir. Selain itu, tidak ada antrian dan pelayanan tetap hadir di hari libur, menjadikan warga merasa lebih mudah dan terbantu soal kehadiran BRILink Agen ini,” ujar Tashadi.

Dalam kesehariannya, Tashadi pun membuka layanan BRILink Agen sejak pagi hingga malam hari. Setiap hari, agen tersebut beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB untuk melayani berbagai kebutuhan transaksi keuangan masyarakat, mulai dari pembayaran listrik, pembelian token, pengiriman uang, hingga pembayaran cicilan.

Tak hanya itu, Tashadi juga kerap menjadi penghubung warga dengan Mantri BRI di unit kerja terdekat ketika terdapat kebutuhan akses pembiayaan.

Sebagai agen yang berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari, Tashadi turut melihat bahwa layanan perbankan yang mudah dijangkau dan memberi dampak langsung terhadap kebutuhan keluarga.

“Salah satu hal yang paling saya rasakan adalah bisa membantu orang lain, khususnya melayani warga Desa Pelangkarya dan wilayah sekitarnya. Banyak warga yang perlu mengirim uang kepada keluarga yang sedang sekolah di luar kota. Sekarang mereka tidak perlu pergi jauh, cukup datang ke tempat kami. Layanan jadi lebih dekat dan bisa diakses kapan saja,” katanya.

Selain mengelola BRILink Agen, Tashadi nyatanya juga menjalankan beberapa kegiatan usaha lainnya seperti bertani, menjual LPG 3 kilogram, serta menyediakan produk herbal untuk kebutuhan rumah tangga.

Dengan pendapatan dari BRILink Agen dan berbagai aktivitas lainnya, Tashadi mampu memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. “Saya juga aktif dalam paguyuban BRILink Agen sebagai wadah berbagi pengalaman dan praktik layanan antar agen,” tuturnya.

Secara terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan bahwa perluasan BRILink Agen merupakan bentuk nyata penerapan sharing economy di sektor keuangan, di mana masyarakat turut berperan sebagai mitra dalam menyediakan akses layanan keuangan.

“Agen tidak hanya memperluas jangkauan, tetapi juga memperkuat konektivitas ekonomi di tingkat lokal. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran BRILink Agen sebagai simpul layanan finansial berbasis komunitas yang mampu mempercepat perputaran ekonomi rakyat,” ujar Dhanny.

Hingga akhir November 2025, BRI sendiri telah memiliki sekitar 1,2 juta BRILink Agen yang tersebar di seluruh Indonesia, menjangkau 66.587 desa atau lebih dari 80 persen total desa di Tanah Air.

Melalui model bisnis berbasis kemitraan ini, BRILink Agen telah memfasilitasi 1 miliar transaksi finansial dengan total volume mencapai Rp1.592 triliun. Hal ini menunjukkan peran yang semakin vital dalam memberikan akses layanan keuangan formal kepada masyarakat.

(kunthi fahmar sandy)


Topik Menarik