Gunungan Sampah di Pasar Kramat Jati Mengganggu, Pramono Minta Dirut Pasar Jaya Bereskan
JAKARTA, iNews.id - Gubernur Jakarta Pramono Anung memerintahkan Direktur Utama Pasar Jaya Agus Himawan untuk membereskan sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Gunung sampah itu dikeluhkan oleh warga sekitar karena baunya yang tak sedap.
"Jadi saya sudah meminta kepada Pasar Jaya Bapak Dirut untuk segera menyelesaikan itu," ucap Pramono di Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Dia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jakarta telah mengadakan ratusan truk sampah pada tahun anggaran 2025. Maka dari itu, tak ada alasan permasalahan sampah di Jakarta tidak bisa ditangani.
"Kemarin kita sudah mengadakan truk tambahan hampir 100 truk lebih di tahun 2025 kemarin," ucap Pramono.
Dengan armada yang dimiliki, sampah di Pasar Induk Kramat Jati menurut Pramono bisa dibuang ke TPST Bantargebang atau Refuse Derived Fual (RDF) Plant Rorotan.
Terpisah, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur mengerahkan 25 armada perbantuan untuk menangani sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Kepala Sudin LH Jakarta Timur, Julius Monangta menyebut, penanganan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sejatinya dilakukan setiap hari. Akan tetapi pada periode tertentu, terutama saat musim buah, volume sampah meningkat signifikan dan melampaui kapasitas penanganan rutin.
“Saat ini kemampuan penanganan sampah di kawasan tersebut sekitar 160 ton per hari. Sementara pada musim tertentu, timbulan sampah bisa mencapai hingga 220 ton per hari. Artinya, terjadi akumulasi atau ‘tabungan’ sampah sekitar 60 ton setiap harinya,” kata Julius.










