Banjir Meluas di Kabupaten Bekasi, 22.724 KK Terdampak dan Ribuan Warga Mengungsi

Banjir Meluas di Kabupaten Bekasi, 22.724 KK Terdampak dan Ribuan Warga Mengungsi

Terkini | okezone | Selasa, 20 Januari 2026 - 02:15
share

BEKASI - Bencana hidrometeorologi berupa banjir masih meluas di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Hingga Senin (19/1/2026), tercatat sebanyak 22.724 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, sementara 5.344 jiwa terpaksa mengungsi akibat genangan air yang merendam permukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Muchlis, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan hingga pukul 06.00 WIB. Saat ini, banjir dilaporkan melanda 41 desa yang tersebar di 17 kecamatan.

“Sebaran wilayah terdampak cukup luas. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter di beberapa titik,” ujar Muchlis, Senin (19/1/2026).

 

Sejumlah kecamatan yang terdampak antara lain Babelan, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, Sukawangi, Sukakarya, Pebayuran, Kedungwaringin, Cikarang Utara, Cikarang Barat, Cikarang Selatan, hingga Bojongmangu.

Di Kecamatan Babelan, banjir merendam Desa Babelan Kota, Hurip Jaya, Kedungjaya, dan Muara Bakti dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 80 sentimeter. Sementara di Kecamatan Tambun Utara, banjir menggenangi Desa Srimukti, Srijaya, Karangsatria, dan Jejalenjaya dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter.

 

Kondisi terparah terjadi di wilayah Cikarang Utara dan Cikarang Pusat. Di Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, tinggi muka air dilaporkan mencapai 200 sentimeter. Sedangkan di Desa Hegarmukti, Kecamatan Cikarang Pusat, genangan air setinggi 70 hingga 110 sentimeter merendam permukiman warga.

Seiring meluasnya dampak banjir, BPBD Kabupaten Bekasi telah membuka 20 titik pengungsian yang tersebar di sejumlah wilayah terdampak. Lokasi pengungsian memanfaatkan berbagai fasilitas, mulai dari masjid, aula kantor desa, sekolah, musala, pondok pesantren, hingga rumah warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriyadi, mengatakan hingga Sabtu malam, titik pengungsian tersebar di 10 desa pada tujuh kecamatan, yakni Babelan, Tambun Utara, Cibitung, Sukawangi, Sukakarya, Cikarang Utara, dan Kedungwaringin.

“Cibitung menjadi wilayah dengan titik pengungsian terbanyak. Sementara di Babelan, warga mengungsi di Masjid Al Maghfur, Desa Babelan Kota. Di Tambun Utara, pengungsian terpusat di Perumahan Green Avenue Desa Srijamur dan Pondok Pesantren Nahdatul Watan Desa Srijamukti,” jelas Dodi.

BPBD Kabupaten Bekasi bersama unsur terkait terus melakukan penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pendirian tenda pengungsian, distribusi logistik dan kebutuhan dasar, hingga pendataan serta asesmen dampak bencana.

“Penanganan dilakukan secara terpadu bersama TNI, Polri, PMI, pemerintah kecamatan dan desa, Destana, serta relawan kebencanaan,” ujarnya.

Dodi juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan kemungkinan banjir susulan. Warga diminta segera mengungsi ke tempat aman apabila debit air terus meningkat serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Topik Menarik