Bikin Bangkrut, Pentagon Ungkap AS Kuras Rp191,8 Triliun dalam Sepekan Perang Lawan Iran

Bikin Bangkrut, Pentagon Ungkap AS Kuras Rp191,8 Triliun dalam Sepekan Perang Lawan Iran

Terkini | okezone | Jum'at, 13 Maret 2026 - 02:05
share

JAKARTA - Pekan pertama perang di Iran menelan biaya setidaknya USD 11,3 miliar atau sekitar Rp191,8 triliun bagi Amerika Serikat (AS), demikian disampaikan para pejabat Pentagon kepada anggota parlemen selama pengarahan tertutup pekan ini.

Pembaruan biaya ini muncul ketika Presiden Donald Trump pada Rabu (11/3/2026) menegaskan bahwa konflik di Iran pada dasarnya telah dimenangkan, dengan alasan penghancuran infrastruktur pertahanan negara tersebut.

Para pejabat pertahanan membagikan perkiraan tersebut kepada para senator pada Selasa (10/3/2026), ketika anggota parlemen mendesak pemerintah memberikan rincian tentang cakupan dan perkiraan durasi perang.

Angka USD 11,3 miliar tersebut mencakup sekitar enam hari pertama pertempuran dan tidak termasuk biaya penuh kampanye, yang dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel menargetkan infrastruktur militer Iran.

 

Sebagian besar pengeluaran disebabkan oleh penggunaan amunisi canggih. Para pejabat Pentagon sebelumnya mengatakan kepada Kongres bahwa pasukan AS menghabiskan sekitar USD 5,6 miliar untuk senjata hanya dalam dua hari pertama serangan terhadap Iran.

Biaya yang tinggi mencerminkan skala operasi tersebut, yang melibatkan serangan udara ekstensif, sistem pertahanan rudal, pengerahan angkatan laut, serta operasi di seluruh Teluk Persia dan wilayah sekitarnya.

Trump Klaim AS Telah Menang  

Trump mengatakan AS telah "memenangkan" konflik tersebut, tetapi menambahkan bahwa pasukan Amerika akan melanjutkan operasi meskipun "praktis tidak ada lagi yang bisa dijadikan target," mencerminkan pesan yang didorong pemerintahan Trump dalam beberapa hari terakhir seiring berlanjutnya serangan AS di seluruh wilayah tersebut.

Perang telah meluas dengan cepat sejak jam-jam awal, dengan serangan AS dan Israel menghantam target di seluruh Iran serta aktivitas militer terkait menyebar ke Lebanon dan bagian lain Timur Tengah.

 

Pertempuran ini juga mengguncang pasar energi global dan jalur pelayaran, khususnya di sekitar Selat Hormuz, jalur vital pasokan minyak dunia. Langkah Iran ini menyebabkan lonjakan harga bahan bakar dan mengguncang ekonomi global.

Topik Menarik